Masuk
Bahasa 

SDS Taman Siswa

JL. GARUDA NO. 25, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat

Apakah Anda manajemen?

Klaim halaman sekolah ini

Belum Terverifikasi

Logo

Penilaian

(0) Ulasan

 Bantu lengkapi data

Telepon

tampilkan

Jenjang

SD

Status

Swasta

Akreditasi

A

Email

Perkiraan biaya

- / bulan

Website

Fasilitas

-

Bagikan

Dilihat 523

Foto

Brosur

-

Pelajaran

-

Sosial

-

Fasilitas

-

Kebersihan

-

Ekstrakurikuler

Ulasan

Tulis review untuk SDS Taman Siswa

Ulas sebagai


Skor rata-rata :

Akademik
Sosial
Fasilitas
Kebersihan
Ekstrakurikuler
Pilih "—" apabila Anda belum yakin

Penilaian secara keseluruhan

Ringkasan ulasan

Kelebihan

minimal 20 karakter

Kekurangan

minimal 20 karakter

Tulis ulasan

minimal 20 karakter

Dengan mengirim ulasan, Saya setuju dengan syarat yang berlaku.

Dukung pendidikan di Indonesia dengan memberi ulasan Sekolah / Universitas yang sebenar-benarnya.
Ulasan baik dari Anda dapat memberikan dampak baik bagi siswa dan alumni dari Sekolah / Universitas yang bersangkutan.

Lokasi


Buka di Google Maps

Profil SDS Taman Siswa

Taman Siswa adalah nama sekolah yang didirikan oleh Ki Hadjar Dewantara pada tanggal 3 Juli tahun 1922 di Yogyakarta (Taman berarti tempat bermain atau tempat belajar, dan Siswa berarti murid).Pada waktu pertama kali didirikan, sekolah Taman Siswa ini diberi nama "National Onderwijs Institut Taman Siswa", yang merupakan realisasi gagasan dia bersama-sama dengan teman di paguyuban Sloso Kliwon. Sekolah Taman Siswa ini sekarang berpusat di balai Ibu Pawiyatan (Majelis Luhur) di Jalan Taman Siswa, Yogyakarta, dan mempunyai 129 sekolah cabang di berbagai kota di seluruh Indonesia.

Prinsip dasar dalam sekolah/pendidikan Taman Siswa yang menjadi pedoman bagi seorang guru dikenal sebagai Patrap Triloka. Konsep ini dikembangkan oleh Suwardi setelah ia mempelajari sistem pendidikan progresif yang diperkenalkan oleh Maria Montessori (Italia) dan Rabindranath Tagore (India/Benggala). Patrap Triloka memiliki unsur-unsur (dalam bahasa Jawa)

ing ngarsa sung tulada (?????????????????, "(yang) di depan memberi teladan"),
ing madya mangun karsa (?????????????????, "(yang) di tengah membangun kemauan/inisiatif"),
tut wuri handayani (??????????????????, "dari belakang mendukung").
Patrap Triloka dipakai sebagai panduan dan pedoman dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Visi

Misi

Berita & Info

Tidak ada Berita & Info

Sekolah lainnya

Foto Gedung SD Sandika

SD Sandika

0 ulasan