Cara Mudah Mengajari Anak Belajar di Usia Pra-Sekolah

Cara Mudah Mengajari Anak Belajar di Usia Pra-Sekolah

Mengajari anak belajar bukan perkara yang mudah. Orangtua diwajibkan memiliki metode khusus agar si anak senang belajar. Membangun keinginan anak untuk belajar, bukan hanya ketika anak sudah memasuki usia sekolah, anak yang belum memasuki usia sekolah atau disebut pra-sekolah sudah bisa diajak belajar. Belajar yang dimaksud adalah belajar hal sederhana yang mudah diingat oleh si anak, seperti belajar mengenal angka dan huruf, mengenal nama-nama hewan, mengenal warna, mengenal bentuk, mengenal nama sayur dan buah-buahan, dan masih banyak lagi. Bagi parents yang memiliki anak usia pra-sekolah, berikut cara mudah mengajari anak belajar di usia pra-sekolah:

 

Sesuaikan dengan kondisi mood anak

Langkah pertama untuk mengajari anak belajar, carilah waktu yang paling pas bagi si anak untuk mulai belajar. Anda bisa sesuaikan dengan kondisi mood anak. Ketika anak sudah punya mood yang baik, anda bisa mulai mengajarinya belajar. Dengan demikian, semakin mudah anak belajar.

 

Gunakan metode belajar menggunakan flash card

Selanjutnya, anda bisa mengajarinya belajar menggunakan flash card. Flash Card merupakan sebuah kartu permainan berisikan gambar dan tulisan yang menarik perhatian anak. Metode pembelajaran menggunakan flash card bermanfaat untuk melatih kemampuan mendengarkan, berbicara, membaca, menghafal, dapat menambah kosakata pada anak, serta mengoptimalkan kecerdasan otak si anak.

 

Gunakan mainan serupa dengan objek

Anda dapat mengoptimalkan perkembangan kecerdasan otak anak dengan membelikan mereka mainan yang serupa dengan objek. Misalkan, boneka berbentuk hewan. Kemudian, perlihatkan mainan tersebut dan berikan pertanyaan yang bertujuan untuk menguji ingatan anak.

 

Ajak anak belajar dengan mengajaknya jalan-jalan

Untuk mengajarkan anak belajar mengenal benda, bentuk, tekstur, warna, dan sebagainya, sekaligus beradaptasi dengan lingkungan sekitar, anda bisa mengajak anak jalan-jalan. Contohnya; ke pasar atau ke supermarket untuk memperkenalkan anak tentang aneka macam buah, sayur, dan aneka lauk pauk, mengajak anak ke taman bermain, ke kebun binatang, dan ke tempat lainnya yang dijamin anak pasti suka.

Baca juga: Penting dan Perlukah Orangtua Memberikan Kursus Tambahan pada Anak!

 

Asah kecerdasan anak akan bentuk dan warna melalui aktivitas menggambar dan mewarnai

Hampir semua anak tentu gemar menggambar dan mewarnai. Untuk mengasah kecerdasan anak terhadap bentuk dan warna, anda bisa mengajak dan mengajari mereka menggambar dan mewarnai. Pada aktivitas ini, berikan selingan dengan memperkenalkan macam-macam bentuk dan warna.

 

Sering-sering ajak anak ngobrol dan bernyanyi untuk melatih kemampuan berbicara

Usia 10 sampai 16 bulan merupakan waktu emas bagi anak untuk bisa berbicara walaupun bahasanya masih kurang jelas. Bahkan ada anak yang sudah mencapai usia lebih dari 16 bulan belum mampu berbicara sama sekali. Jika ingin si anak bisa berbicara di usia yang seharusnya, sering-sering ajak mereka ngobrol dan bernyanyi.

 

Manfaatkan teknologi sebagai media belajar anak

Penggunaan teknologi untuk anak semakin banyak dimanfaatkan oleh para orangtua. Sayangnya, masih banyak orangtua yang kurang tau bagaimana memanfaatkan teknologi yang selayaknya untuk anak. Untuk anak pra-sekolah maupun anak usia sekolah, orangtua bisa memanfaatkan teknologi sebagai media belajar anak. Anda bisa memanfaatkannya dengan memberikan video pembelajaran (sebisa mungkin pergunakan Youtube for Kids) atau games yang sesuai dengan tahap dan tumbuh kembang usia serta kecerdasan si anak.

Baca juga: Cerdas Mengenali Berita Hoax pada Anak!

Bagi parents yang sedang mencari info sekolah, parents bisa cari dan temukan di www.edumor.com dan daftarkan akun anda di www.edumor.com/signup untuk mendapatkan rekomendasi sekolah yang cocok dan tepat bagi si anak!

Baca juga

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *