Apa yang Akan Terjadi Jika Salah Jurusan?

Sekolah Menengah Atas atau SMA merupakan jenjang akhir dalam menempuh pendidikan sekolah. Sebelum lulus kalian pastinya harus memutuskan mau kuliah jurusan apa, kuliah dimana. Di Indonesia sekitar 80% mahasiswa salah jurusan lho! Termasukkah kalian? Memilih jurusan itu ibaratkan kalian harus memilih satu diantara 2 minuman. Yang mana tanpa kalian sadari bahwa gelas A berisi jus jeruk yang sudah dicampur dengan racun, dan ada gelas B yang berisi jus jeruk tanpa racun. Dalam posisi ini, kalian mesti memilih minuman mana yang harus kalian minum. Jika pilihan kalian benar, maka kalian akan selamat. Tapi jika pilihan kalian salah, maka kalian akan keracunan atau langsung meninggal.

Intinya pilih jurusan itu jangan sampai salah deh guys. Mayoritas mahasiswa yang salah jurusan perkuliahannya jadi acak-acakan. Contohnya, mengulang mata kuliah secara terus menerus karena tidak dapat mencapai nilai akademis yang baik dan merasa kesulitan memahami dan mempelajari materi kuliah yang diberikan. Dari salah jurusan ini, ada mahasiswa yang dikeluarkan dari kampus karena gak lulus-lulus, dan ada pula mahasiswa yang mengundurkan diri untuk pindah kampus dan jurusan. Bahkan ada juga yang sampai rela berhenti kuliah.

Gak perlu khawatir kok kalau kalian dah terlanjur salah jurusan. Solusinya adalah jalanin aja perkuliahan kalian sampai lulus. Sambil kuliah kalian bisa coba mengikuti kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan dan pengetahuan kalian, salah satunya ikut kursus.

Kelas 12 atau kelas 3 SMA sebenarnya bukanlah waktu yang paling tepat untuk memilih jurusan. Waktu paling tepat untuk memilih jurusan yaitu kelas 10 atau kelas 11. Pada waktu-waktu tersebut kalian memiliki kesempatan yang cukup lama untuk memilih jurusan dan kampus yang tepat.

Gak mau salah jurusan kan? Berikut ini beberapa tips sederhana untuk memilih jurusan dan kampus yang tepat:
  1. Ketahui terlebih dahulu apa minat, bakat, serta kemampuan kalian.
  2. Minat, bakat, kemampuan bisa kalian cari tahu dengan memperhatikan aktivitas harian kalian lebih ke arah mana. Kemudian bisa dilihat juga berdasarkan hasil nilai rapot di sekolah.
  3. Rasanya kurang efisien kalau kalian gak coba ikut tes minat, bakat, dan kemampuan. Tes seperti ini bisa kalian ikuti di lembaga-lembaga resmi yang dapat menjamin hasilnya akurat minimal 95%. Dari hasil tes tersebut, kalian akan diberitahukan minat kalian ada dibidang apa, bakat kalian apa, kemampuan kalian apa, serta rekomendasi jurusan yang cocok untuk kalian pilih.
  4. Cari tahu seluk beluk jurusan tersebut. Misalnya; jurusan tersebut apa sih, kalau kuliah nanti belajarnya apa saja, prospek kerjanya bagus atau tidak, dan setelah lulus karir apa saja yang terkait dengan jurusan tersebut.
  5. Sehabis cari jurusan, jangan lupa juga cari kampusnya.
  6. Tentukan kalian mau kuliah di perguruan tinggi apa (Universitas, Akademik, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik atau sekolah kedinasan).
  7. Carilah kampus yang tepat berdasarkan akreditasi, fasilitas pendukung, sistem pembelajarannya, daya tampung, dan jumlah peminatnya.
  8. Lakukan survei langsung ke kampus yang kalian tunjuk.
  9. Kumpulkan dananya. Kalau belum punya dana, kalian bisa ikut beasiswa atau pinjam dana khusus biaya pendidikan.

Kalian bisa coba cari dan temukan jurusan dan kampus di www.edumor.com! Selain itu banyak informasi beasiswa menarik yang bisa kalian pilih. Total beasiswa hingga Rp 10 Miliar dari perguruan-perguruan tinggi dan lembaga di seluruh Indonesia. Beasiswa bisa kalian cari dan temukan di beasiswa.edumor.com.

Memang salah jurusan itu menyeramkan. Akan tetapi, salah jurusan bukan berarti salah masa depan! Masa depan tidak ditentukan berdasarkan jurusan dan kampus. Masa depan ditentukan berdasarkan kemampuan, keahlian, dan pengetahuan yang kalian miliki.

Baca juga

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *