Solusi Energy Gap, Penghambat Aktivitas Harian Anak!

Setiap manusia memiliki kondisi tubuh yang berbeda-beda. Kadang kala ada masanya tubuh kita merasa bersemangat, kadang kala pula tubuh kita merasa sudah lelah akibat terlalu banyak melakukan aktivitas harian di luar sana. Maka dari itu, sering kali terjadinya Energy Gap. Enery Gap merupakan tubuh yang kekurangan energi. Dimana energi dan kalori yang keluar lebih banyak ketimbang energi dan kalori yang masuk ke dalam tubuh kita. Apalagi anak-anak sangat membutuhkan banyak energi dan kalori yang cukup untuk belajar di sekolah. Bagaimana sih anak yang mengalami Energy Gap? Berikut penjelasannya!

 

Sulit berkonsentrasi

Kekurangan energi dan kalori pada tubuh anak salah satunya ditandai dengan sulit berkonsentrasi. Hal ini dapat dilihat dari aktivitas harian si anak baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan sekitarnya. Contohnya lambat dalam menangkap materi pelajaran di sekolah atau pada saat mengerjakan PR. Coba sekali-kali anda ajukan satu pertanyaan yang paling mudah. Perhatikan apakah si anak dengan tanggap menjawab pertanyaan tersebut atau malah sebaliknya dengan terlebih dahulu menanyakan kembali pertanyaan tersebut baru bisa menjawabnya.

 

Lelah yang berlebihan sehabis pulang sekolah

Berikutnya, anak yang mengalami Energy Gap ditandai dengan mengalami kondisi kelelahan yang berlebihan sehabis pulang sekolah padahal kegiatannya di sekolah tidak terlalu banyak, dan dapat juga ditandai dengan dikit-dikit lelah dikit-dikit lelah.

 

Kurang bersemangat

Kekurangan energi dan kalori otomatis tidak hanya membuat si anak sulit berkonsentrasi serta lelah yang berlebihan, melainkan anak kurang bersemangat. Tandanya anak tidak tidak semangat melakukan beragam aktivitas yang tidak membutuhkan banyak tenaga.

 

Orangtua mana sih yang mau anaknya tidak senang dan kurang bersemangat seperti anak-anak lainnya. Sebagai orangtua yang baik, berikan bukti cinta anda pada anak anda dengan cara selalu memenuhi kebutuhan asupan gizi yang cukup setiap harinya. Asupan gizi yang cukup untuk mengatasi Energy Gap ialah Karbohidrat dan Protein. Karbohidrat berfungsi untuk meningkatkan kualitas energi pada tubuh khususnya bagian otot dan otak. Kemudian Karbohidrat juga dibutuhkan untuk membatasi asupan kalori di dalam tubuh. Selain itu Karbohidrat  dapat mengurangi penyakit resiko diabetes, obesitas, mengurangi gangguan pencernaan, serta penyakit kardiovaskular. Makanan berkarbohidrat sebenarnya merupakan makanan yang mengandung gula dan serat yang tinggi. Maka dari itu kenapa kita tidak boleh terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung Karbohidrat tinggi. Jumlah Karbohidrat yang dibutuhkan oleh tubuh disesuaikan dengan jenis kelamin dan usia.

 

Jumlah Karbohidrat yang dibutuhkan per hari:
Perempuan

Anak-anak: 155-254 gram per hari.

Usia 10-12 tahun: 275 gram perhari.

Usia 13-18 tahun: 292 gram per hari.

Usia 19-29 tahun: 309 gram per hari.

Usia 30-49 tahun: 323 gram per hari.

Usia 50-64 tahun: 285 gram per hari.

Usia 65-80 tahun: 252 gram per hari.

Usia di atas 80 tahun: 232 gram per hari.

 

Laki-laki

Anak-anak: 155-254 gram per hari.

Usia 10-12 tahun: 289 gram per hari.

Usia 13-15 tahun: 340 gram per hari.

Usia 16-18 tahun: 368 gram per hari.

Usia 19-29 tahun: 375 gram per hari.

Usia 30-49 tahun: 394 gram per hari.

Usia 50-64 tahun: 349 gram per hari.

Usia 65-80 tahun: 309 gram per hari.

Usia di atas 80 tahun: 248 gram per hari.

 

Sedangkan protein sejenis asam untuk membangun dan mendorong metabolisme tubuh. Protein sangat dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber energi, menggantikan protein yang hilang akibat terjadinya proses metabolisme, membakar kebutuhan energi yang tidak terpenuhi oleh lemak dan karbohidrat, membangun dan mengatur sistem serta jaringan di dalam tubuh, dan memperbaiki protein-protein baru yang berbentuk hemoglobin, enzim, dan hormon. Asupan Protein juga harus diseimbangkan dengan jumlah kalori yang dibutuhkan oleh tubuh setiap harinya.

 

Jumlah Kalori yang dibutuhkan oleh tubuh per harinya:

Makanan yang mengandung Karbohidrat sebagai solusi Energy Gap:

Nasi.

Sereal.

Mie.

Bihun.

Kacang-kacangan.

Singkong.

Pasta.

Roti.

Buah Jeruk.

Buah Pisang.

Ubi.

Kentang.

Bayam.

Asparagus.

Timun.

Kacang Polong, dll.

 

Makanan yang mengandung Protein sebagai solusi Energy Gap:

 

 

Makanan yang mengandung kalori yang layak dikonsumsi:

Kacang-kacangan.

Ikan.

Daging.

Susu.

Alpukat.

Salad.

Ice Cream.

Cokelat.

Salmon.

Kismis.

Apel Kering.

Kurma, dll.

 

Makanan / minuman berkalori yang perlu dihindari:

Minuman bersoda.

Fast Food atau makanan cepat saji.

Mie Instant.

Makanan berminyak dan berlemak sangat tinggi.

Agar anak mendapatkan asupan nutrisi dan gizi yang cukup, tidak hanya diperlukannya karbohidrat, protein, dan kalori sebagai solusi Energy Gap, melainkan anda harus melengkapi kebutuhan nutrsi dan gizi lainnya berupa lemak, vitamin, asam amino, asam folat, serat, dll. Jangan lupa berikan sarapan sehat setiap harinya dan batasi anak jajan di sekolah!

Baca juga

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *