Yakin Mau Kuliah Kedokteran? Kenali 9 Point Ini Biar Gak Salah Langkah

Menjadi seorang Dokter merupakan salah satu profesi yang paling mulia. Dari zaman kita kecil sampai anak-anak zaman sekarang tidak sedikit yang punya cita-cita ingin menjadi seorang Dokter Professional. Banyak orang yang beranggapan bahwa kuliah Kedokteran itu keren. Memang keren tapi buat apa kalau gak sesuai dengan minat, kemampuan, dan bakat kalian. Tetap yakin mau kuliah kedokteran? Simak dulu penjelasannya tentang kuliah Kedokteran agar kalian bisa tahu gambaran seperti apa kuliah kedokteran itu!

 

1. Biaya kuliah Kedokteran sangat mahal

Menempuh pendidikan Kedokteran tidak bisa sembarang orang. Paling utama mereka harus siap dari segi dananya dulu. Biaya kuliah Kedokteran tidaklah murah, mulai dari ratusan juta bisa sampai miliaran rupiah hingga benar-benar lulus menjadi seorang Dokter Umum ataupun Dokter Spesialis. Maka dari itu, lulusan Kedokteran udah pasti punya masa depan yang cerah karena Indonesia merupakan negara yang masih kekurangan tenaga medis professional. Dari tahun ke tahun jurusan Kedokteran tidak pernah sepi peminatnya baik di Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta.

 

2. Bukan hanya biaya kuliah yang mahal, jurusan Kedokteran banyak peminat dan saingannya.

Masuk Kedokteran itu gampang atau susah sih? Jawabannya susah banget. Sekalinya buka pendaftaran calon mahasiswa baru, jumlah pendaftarnya bisa mencapai puluhan ribu orang. Soal tes seleksinya juga susah. Karena banyak peminatnya otomatis saingannya banyak dan susah untuk ditaklukan. Modal pinter aja gak cukup. Sepinter-pinternya kalian masih banyak yang jauh lebih pinter dari kalian. Bisa diterima masuk Kedokteran udah bersyukur. Sebenarnya itu juga tergantung dari kerja keras kalian dan adanya faktor keberuntungan.

 

3. Tidak ada waktu untuk bersantai-santai.

Dunia Kedokter tidak seindah yang kalian bayangkan. Masuknya susah, belajarnya juga susah. Bayangkan dalam satu hari kalian harus baca buku pelajaran yang bisa dibilang tebal banget. Materi kuliah yang diajarkan juga gak kalah banyak. Makanya mau jadi mahasiswa Kedokteran harus rela mengorbankan segala sesuatu, termasuk waktu santai. Jangan anggap remeh. Mahasiswa Kedokteran jarang ada waktu untuk bersantai-santai. Kerjaan mereka hanya belajar belajar dan belajar. Sekalinya ada waktu istirahat, pasti mereka gunakan untuk belajar bukan untuk bersantai-santai ria.

4. Menggunakan Sistem Blok

Di setiap Perguruan Tinggi Swasta maupun Perguruan Tinggi Negeri Kedokteran menyediakan pembelajaran dengan menggunakan Sistem Blok. Setiap semester terbagi menjadi beberapa Sistem Blok dan masing-masing Sistem Blok tersedia beragam mata kuliah yang wajib kalian ambil. Sama halnya dengan jurusan lain, jurusan Kedokteran ada ujian tertulis, ujian praktek, tugas, dan kegiatan presentasi. Untuk berhasil menjadi seorang Dokter, mahasiswa wajib menempuh bergaam ujian kedokteran sebanyak lebih dari 7 kali.

 

5.  Salah satu metode pembelajarannya menggunakan Program Based Learning.

Setiap mahasiswa dituntut untuk lebih aktif lagi. Dengan demikian dirancanglah suatu metode pembelajaran yang dinamakan Program Based Learning atau PBL. PBL merupakan metode pembelajaran secara berkelompok dengan membahas permasalahan dan memberikan solusi bagaimana cara memecahan masalah sesuai materi yang disampaikan. Tujuannya bukan hanya menciptakan mahasiswa yang aktif, tapi juga bisa berpikir luas, berpikir terbuka, dan berpikir kritis. Setelah itu kalian diberikan tugas kelompok membuat makalah dan hasilnya dipresentasikan di hadapan moderator dan teman-teman seangkatan.

 

6. Ini dia yang paling ditunggu-tunggu. Kamu bisa belajar praktek menjadi dokter sungguhan melalui Skill Lab.

Kurang afdol rasanya kalau cuman belajar teori aja. Mahasiswa Kedokteran juga ada belajar praktek, salah satunya Skill Lab. Skill Lab adalah kegiatan mengasah keterampilan layaknya seperti dokter sungguhan yang terdiri dari keterampilan berkomunikasi, keterampilan pemeriksaan fisik pasien, dan keterampilan prosedural yakni keterampilan khusus di bidang medis yang meliputi perumusan pertanyaan sampai perumusan hasil permasalah medis.

 

7. Setelah selesai Skill Lab, kalian harus kembali menempuh Objective Structure Clinical Examination.

Setelah Skill Lab selesai, bukan berarti kamu berhasil menjadi seorang Dokter yang bisa bekerja di instansi kesehatan atau membuka praktek sendiri. Perjuangan kalian masih ada lagi. Kalian harus menempuh kembali Objective Structure Clinical Examination. Objective Structure Clinical Examination merupakan pembelajaran dan ujian lanjutan dari Skill Lab serta sebagai penentu apakah kalian layak lulus S1 Kedokteran dengan menyandang gelar S.Ked. Jika pada tahap ujian ini kalian gagal, kalian harus mengulang dari awal dan membayar biaya studi lagi.

 

8. Etss, kalau udah lulus S1 Kedokteran kalian lanjut lagi ke tahap KOAS.

Jika kalian lolos Objective Structure Clinical Examination, kalian kembali menempuh perjalanan melalui kegiatan KOAS atau magang di rumah sakit agar memperoleh gelar Dr selama 1,5 tahun. KOAS ngapain sih? Selama KOAS berlangsung, kalian bertugas dan bertanggungjawab mendiagnosa serta menangani pasien berdasarkan bimbingan konsulen, perawat, atau bidan. Dunia medis beragam kategorinya, gak semua penyakit boleh kalian tangani. Misalnya kalian studi Dokter spesialis jantung, pada saat KOAS berarti kalian belajar mempraktekan bagaimana cara mendiagnosa dan menangani pasien yang mengidap penyakit jantung.

 

9. Ujian Kompetensi Dokter Indonesia menuju tahap akhir kuliah Kedokteran

Sehabis KOAS kalian akan melewatkan Ujian Kompetensi Dokter Indonesia. Ujian ini sama halnya dengan Ujian Sekolah atau Ujian Nasional. Belum lagi kalian lanjut magang untuk memperoleh Surat Izin Praktek Dokter. Surat Izin Praktek Dokter digunakan untuk melamar pekerjaan di instansi kesehatan atau membuka praktek dokter sendiri.

Bingung cari jurusan, perguruan tinggi, karir, beasiswa yang tepat? Kalian bisa cari dan temukan di www.edumor.com. Bisa cari dan temukan info seputaran sekolah juga lho! Jangan lupa daftar akun kalian di www.edumor.com/signup untuk mendapatkan update info seputar sekolah dan kuliah lebih banyak lagi.

Baca juga

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *