5 Tips Efektif dalam Mengkritik Tingkah Laku Anak

Pendidikan karakter anak di lingkungan keluarga berguna untuk membentuk karakter anak sebagaimana mestinya. Karakter anak dapat terbentuk dari baik buruknya cara orangtuanya mendidik si anak. Jadi kalau anda ingin si anak memiliki karakter yang baik, tentu anda harus bisa memberikan cerminan yang baik bagi si anak. Lagipula orangtua itu guru pertama bagi si anak. Dan sesungguhnya sejak anak usia balita, karakternya sudah bisa dilihat. Atau supaya lebih pasti lagi, anda bisa coba tes psikologi anak melalui pengecekan sidik jari anak di biro konsultasi psikologi. Ketika mendidik anak kritikan postif diperlukan untuk membangun efek positif pada si anak. Oleh karena itu, edumor akan beri tahu parents bagaimana sih mengkritik anak dengan cara yang efektif. Simak artikel di bawah ini!

 

1. Ucapkan secara spontan dan spesifik

Gambar: dbunda.net

 

 

Gak ada salahnya orangtua memberikan kritik pada anak, asal kritikan yang positif supaya anak sadar akan perilaku dan kesalahan yang ia perbuat. Pertama, untuk memberikan kritikan yang positif pada anak, anda bisa mengucapkannya secara spontan dan spesifik  perilaku dan kesalahannya. Misalkan, si anak belum waktunya tidur malam tiba-tiba ngantuk akibat sepanjang hari terlalu banyak bermain. Kritikan yang paling tepat anda ucapkan seperti “coba tadi tidur siang pasti sekarang bisa lanjut main lagi”.  Kritikan yang salah itu ” siapa suruh gak mau tidur siang, gak mau nurut sih apa kata orangtua”. Jika suatu kritikan orangtua kepada anak dilontarkan atau diucapkan secara spontan dan spesifik, si anak  pasti sadar kalau itu salahnya.

 

2. Coba dengarkan dan terima perasaan anak

Gambar: ifestyle5384.rssing.com

 

 

Orangtua baik ibu maupun ayah meski sibuk bekerja, setidaknya mampu meluangkan waktu khusus untuk sang anak agar ia tidak haus kasih sayang dari orangtuanya. Kasih sayang orangtua pada anak selain itu bisa juga anda menjadi sahabat terbaik bagi si anak itu sendiri. Caranya gampang kok, cukup pahami apapun isi hati dan perasaan anak anda. Dengarkan kelukesahnya. Dengan begitu ada ikatan emosi yang muncul dari anak ke orangtua, begitu juga dari orangtua ke anak. Setiap anak memiliki kemampuan dan kepintaran emosi yang berbeda-beda. Otomatis anda berkewajiban mengenal seperti apa emosi anak anda, terutama dalam soal memberi kritik. Memberi kritik pada anak perlu adanya emosi. Emosi yang dimaksud bukanlah mengkritik sambil marah-marah ya parents! Maksudnya disini mengkritik anak dengan mendengarkan dan menerima perasaan si anak, karena perasaan dan emosi saling berkaitan satu sama lain. Kritikan yang bisa anda lakukan, contohnya; si anak sedih karena dapat nilai jelek. Satu-satunya kritik yang tepat itu “belajar makanya biar dapet nilai bagus”,  bukan “wajar aja dapet nilai jelek, kamu kan memang anak pemalas”.

 

3. Kritik bisa digunakan dengan kata “seandainya”

Gambar: www.alibi.id

 

 

Suapaya lebih efisien dan efektif lagi, coba gunakan kata “seandainya” serasa lebih baik. Misalkan, anak tidak sengaja memecahkan vas bunga karena berlari-larian di rumah. Kritikannya bisa seperti “seandainya kamu gak lari-lari, vas bunga ini / itu gak bakal pecah deh. Jadi mama gak perlu beli lagi”. Penggunaan kalimat “seadainya” sebagai bentuk kritikan sebenarnya dapat menimbulkan efek positif.

Baca juga: Tips Memberi Hukuman pada Anak secara Bijak

 

4. Fokus dulu pada keadaan yang ingin diubah

Gambar: nikenwulandari.wordpress.com

 

 

Memberi kritik gak harus karena kesalahan si anak. Fokus dulu sama keadaan yang ingin diubah seperti apa. Karena kritikan yang berupa larangan dengan kata “jangan” bukannya dipatuhi oleh anak, semakin menjadi-jadi. Contohnya, “jadi saudara akur dong”,  bukan “kalian ini selalu aja berantem terus. Udah deh besok-besok jangan main bareng lagi”.  Dari kata “jangan” bisa anda ganti dengan kata lain yang jauh lebih efektif dan efisien ketika sedang mendidik, berkomunikasi, maupun mengkritik anak.

 

5. Anda bisa bantu anak tentang kesalahanya

Gambar: nikenwulandari.wordpress.com

 

 

Di saat anak melakukan kesalahan, ia tidak mau mengakui kesalahannya karena takut dimarahi oleh anda. Sejak usia dini anak sepatutnya diajarkan bagaimana acara memahami dan mengakui tentang kesalahan ya ia perbuat. Bantu ia untuk mau memahami dan berani mengakui kesalahannya bukan menjauhi kesalahannya dengan cara berbohong dan sebagainya.

Nah, jadi begitu lho parent bagaimana cara mengkritik anak dengan efektif! Oh ya, buat para parents yang lagi cari-cari info sekolah atau perguruan tinggi buat anak anda, pas baget nih parent bisa cari sekaligus menemukan sekolah atau perguruan tinggi di  www.edumor.com. Bahkan melalui edumor parents bisa melakukan pendaftaran online calon peserta didik di sekolah atau perguruan tinggi tujuan. Jadi gak usah repot-repot dateng ke sekolah atau kampus lagi.

 

Sumber: www. siap-sekolah.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com

 

Baca juga

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *