Tips Memberi Hukuman pada Anak secara Bijak

Penerapan hukuman dalam mendidik anak di dalam lingkungan keluarga berguna menimbulkan efek jera pada anak serta mengajarkan anak untuk bertanggungjawab. Selama ini apakah anda menghukum anak dengan cara yan bijak. Oke, edumor akan memberikan tips buat para parents bagaimana menghukum anak dengan cara yang bijak.

 

Jangan menghukum anak ketika sedang dalam kondisi emosi

Gambar: www.rijal09.com

 

 

Sebaiknya-baiknya orangtua menghukum anak ada batas kesabarannya. Ya, tak sedikit orangtua ketika menghukum anak dengan menggunakan emosi. Satu hal yang pasti menghukum anak ketika sedang dalam keadaan yang emosi bukanlah cara yang bijak ya parents! Emosi orangtua justru membuat si anak tidak akan berani dan tidak mau mengakui kesalahannya. Oleh karena itu tenangkan pikiran anda sejenak, baru itu beri ia hukuman secara spontan namun tegas tanpa adanya unsur kekerasan. Rupanya orangtua yang kerap kali emosi saat menanggapi prilaku anak, anak pun akan menjadi anak yang pemarah di kemudian hari. Sebab prilaku orangtua adalah cerminan anak.

 

Hindari yang namanya membalas dendam

Gambar: www.wajibbaca.com

 

 

Orangtua membalas dendam pada anak termasuk kesalahan terbesar dalam pola pengasuhan pemberian hukuman pada anak. Membalas dendam sama dengan mengajarkan ujaran kebencian pada anak. Orangtua yang suka menghukum anak dengan balas dendam atas apa yang diperbuat oleh anak, maka sang anak bisa melakukan hal yang sama terhadap saudara maupun teman-teman sepermainannya. Dan hal serupa bisa berlanjut sampai ia dewasa nanti. Contohnya itu, anak anda tidak sengaja menjatuhkan hp anda hingga pecah. Karena kesal anda pun balas dendam dengan memukuli tangan atau kaki si anak menggunakan penggaris.

 

Hukuman harus berkaitan dengan kesalahan anak

Gambar: www.mad2glad.com

 

 

Anak berbuat suatu kesalahan itu wajar. Karena setiap manusia pasti pernah berbuat kesalahan bukan? Sebelum memberikan hukuman, lihat dulu apa dan bagaimana kesalahan yang ia perbuat tadi bukan langsung menghukumnya tanpa berpikir panjang. Misalnya, ketika si anak sedang bermain dengan adiknya hingga berkelahi. Hukuman bijak bisa anda berikan dengan menyuruh anak masuk ke dalam kamar merenungkan kesalahannya. Demikian anak memiliki pengalaman belajar akan betapa pentingnya rasa cinta antar satu sama lain.

Baca juga: Mendidik Anak dengan Konsekuensi atau Hukuman? Kenali Cara dan Perbedaannya!

 

Mengajari anak agar mengerti tentang kesalahan yang ia perbuat

Gambar: www.trenzing.id

 

 

Memang wajar saja jika anak melakukan kesalahan. Akan tetapi, setiap anak wajib menyadari segala kesalahan yang telah ia perbuat tanpa diancam terlebih dahulu. Oleh karena itu sebagai orangtua anda sudah sepatutnya mengajari anak mengerti tentang kesalahan yang ia perbuat. Dengan begitu di lain waktu mereka sudah mengerti tentang perilaku apa yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan. Sehingga mereka tidak berani lagi melakukan segala perilaku menyimpang yang merugikan diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

Baca juga: Mendidik Anak dengan Konsekuensi atau Hukuman?

 

Pemberian hukuman harus konsisten

Gambar: smartmama.com

 

 

Penuh ketegasan dan konsistensi adalah nomor satu ketika menghukum atas perilaku penyimpang anak. Ketika anak melakukan kesalahan yang sama, hukuman yang diberikan harus sama seperti pertama kali anda menjatuhkan hukuman pada si anak. Semisalnya, anda memberikan peraturan habis bermain harus dibereskan mainannya. Kalau dilanggar, anak tidak boleh bermain selama 1 minggu. Lakukan aturan hukuman begitu seterusnya agar anak sadar betapa pentingnya aturan yang harus dipatuhi. Hukuman yang diberikan secara konsisten menanamkan pola kedisiplinan dan rasa tanggungjawab yang tinggi pada anak.

 

Berikan hukuman sesuai dengan porsi kesalahannya

Gambar: turtledaycare.wordpress.com

 

 

Sebelum mengambil keputusan atas hukuman yang pantas pada anak, pertimbangkan hukuman seperti apa yang pantas untuk anak anda. Hukuman yang diberikan sesuai dengan porsi kesalahan anak. Maksudnya seberapa besar kesalahan anak. Kalau anak melakukan kesalahan wajar, yah berikan hukuman yang wajar-wajar saja. Sedangkan jika anak melakukan kesalahan fatal, otomatis hukumannya yang berat dong. Kesalahan pemberian hukuman yang tidak sesuai dengan porsi kesalahan anak merupakan hal yang tidak masuk akal.

Cari sekolah untuk anak? Coba kunjungi edumor.com!

 

Hindari menghukum anak yang dapat mempermalukan anak

Gambar: feed.merdeka.com

 

 

Anak mana yang tidak malu jika dihukum di depan banyak orang seperti di depan teman-temannya. Sebab dengan cara seperti itu harga diri anak jadi jatuh. Bukan anak saja yang malu, orangtuanya pun juga ikutan malu. Karena itu memberikan hukuman pada anak boleh-boleh saja asalkan tahu tempat. Cukup anda dan anak saja yang tahu, orang lain gak perlu tahu.

 

Baca juga

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *