Menyiapkan Mental Anak Menghadapi Ujian Nasional

Tahun terakhir sekolah merupakan masa yang mendebarkan bagi siswa pada umumnya. Sebab, tahun terakhir merupakan masa penentuan kelulusan mereka untuk jenjang berikutnya dengan Ujian Nasional (UN). Apakah mereka akan naik tingkatan dari SD menuju SMP, SMP ke SMA, dan sebagainya. Kondisi seperti ini membuat anak cukup stres karena tekanan. Padahal, anak harus dalam kondisi yang tenang untuk menghadapi UN agar mereka dapat lancar mengerjakan soal. Oleh karena itu, sebagai orangtua kita perlu melakukan hal yang dapat meredam tekanan mereka. Berikut edumor.com berikan tips untuk menenangkan anak dan menyiapkan mental dalam menghadapi UN.

  • Mendampingi dan memberikan dukungan
Gambar : https://unsplash.com/

Dukungan Anda amat dibutuhkan bagi anak ketika mereka menghadapi UN. Sebab, anak akan merasa bahwa ia tidak sendirian. Katakanlah pada anak bahwa Anda akan selalu ada bagi mereka kapanpun mereka merasa stres atau tertekan. Bersikaplah terbuka dengan anak dan ajaklah berbagi cerita mengenai keresahannya agar ia merasa lega. Jangan biarkan anak merasa menanggung beban sendirian. Anak yang “didampingi” akan lebih tenang dan lebih siap menghadapi ujian.

  • Persiapkan belajar sedini mungkin
Gambar : https://unsplash.com/

Agar anak lebih percaya diri, anak perlu belajar jauh-jauh hari. Ajaklah anak agar mau belajar jauh sebelum UN dilaksanakan. Anda dapat mengajarkan sendiri anak atau dapat menggunakan bantuan seperti guru privat atau bimbingan belajar. Carilah bimbingan belajar atau guru privat yang terpercaya agar dapat membantu anak belajar. Anak yang sudah mempersiapkan sedini mungkin maka akan lebih siap dan percaya diri saat UN.

  • Bangun kepercayaan diri anak agar berpikir positif
Gambar : https://unsplash.com/

Selain dengan persiapan belajar, anak juga perlu diberikan semangat agar lebih percaya diri. Berikan anak motivasi bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika sudah berusaha. Anak perlu diyakinkan bahwa ia bisa mengerjakan UN dengan baik karena ia telah belajar sebelumnya. Jangan takut-takuti anak dengan menyatakan bahwa soal-soal UN memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Anda juga sebaiknya tidak menyampaikan pada anak kalimat-kalimat yang membuat mental anak jatuh yang menunjukan bahwa hasil UN adalah segalanya. Tekankan padanya bahwa yang terpenting ialah proses belajar dan yakinkan bahwa anak mampu melewati UN.

  • Bantu menjaga kesehatan anak
Gambar : https://unsplash.com/

Kegiatan belajar yang padat baik saat di sekolah maupun tempat les, dapat menyita waktu anak. Terlebih kegiatan belajar tersebut akan bertambah banyak seiring dengan menjelang UN. Sebagai orangtua, kita perlu menjaga kondisi anak agar tetap fit. Untuk itu, siapkan selalu makanan yang sehat dan bergizi bagi anak. Tambahan suplemen vitamin juga dibutuhkan agar anak tidak gampang sakit. Jangan biarkan pula anak terlalu sering begadang. Anak harus cukup tidur agar daya tahan tubuhnya kuat. Kondisi anak yang sehat dibutuhkan agar anak siap dan dapat berkonsentrasi dalam mengerjakan soal UN.

  • Perbanyak berdoa bersama
Gambar : https://unsplash.com/

Ajaklah anak untuk berdoa bersama demi kelancaran UN mereka. Berikan pemahaman kepada anak bahwa usaha saja tidak cukup, sehingga perlu diiringi dengan berdoa. Dengan berdoa, anak akan semakin yakin bahwa mereka dapat melalui UN. Menyerahkan hasil dan berharap kepada Tuhan setelah berusaha membuat anak akan lebih tenang dalam ujian.

  • Tidak menekan anak
Gambar : https://unsplash.com/

Menekan anak ketika menghadapi UN sama sekali tidak akan membantu mereka. Berharap agar anak dapat berhasil dan mendapatkan nilai yang bagus memang boleh saja, namun jangan sampai ekspektasi Anda menekan mereka. Jangan berikan kata-kata negatif seperti memaksa mereka agar berhasil dan sebagainya. Hal tersebut hanya dapat membuat anak semakin stres. Jika anak stres, mereka tidak akan bersemangat dan tidak dapat menyerap pelajaran persiapan UN dengan baik. Oleh karena itu, janganlah menekan anak agar mereka tidak merasa terbebani ketika akan ujian nasional.

  • Berikan ruang relaksasi
Gambar : https://unsplash.com/

Persiapan belajar yang ekstra bukan berarti anak tidak dapat bersantai. Berikan anak waktu khusus untuk menyegarkan diri dengan hiburan. Misalkan, ajak mereka untuk makan siang di luar rumah, atau membolehkan mereka menonton film kesukannya setelah belajar. Waktu relaksasi seperti ini dibutuhkan agar anak lebih santai dan tidak suntuk selepas belajar. Waktu bersantai seperti ini akan memberikan keseimbangan bagi anak antara belajar dan menyenangkan diri.

Baca juga

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *