Pentingnya Mengenal dan Memerhatikan Perkembangan Anak Usia Sekolah

Kebahagiaan sebuah keluarga tak lengkap tanpa kehadiran seorang anak. Ada kebahagiaan sendiri ketika seorang anak bertumbuh dan berkembang sesuai harapan para orangtua. Dengan demikian, semua orangtua harus mengenal dan memerhatikan bagaimana perkembangan si anak sehari-harinya, khususnya dalam perkembangan anak usia sekolah. Perlunya mengenal dan memerhatikan perkembangan anak guna melihat kepintaran si anak ada dimana. Ketika anak sedang berkembang, jangan hambat perkembangannya dengan selalu memaksa anak, melarang keinginan anak, ikut campur urusan anak, membanding-bandingkan anak anda dengan anak orang lain. Terhambatnya perkembangan anak dapat menyebabkan si anak menjadi minder atau kurang percaya diri, tidak bisa mengeksplore hal-hal baru, dll. Kenali dan perhatikan perkembangan anak usia sekolah berikut ini:

 

1. Perkembangan Biologis

Gambar: asmianifawziah.blogspot.co.id

 

 

Perkembangan biologis merupakan tahap perkembangan yang dilihat dari segi fisik. Perkembangan fisik terlihat dari perubahan bentuk tubuh, bertambah dan berkurangnya berat badan, serta terjadinya kenaikan tinggi badan. Pada anak usia sekolah (Playgroup hingga SD), tepatnya mulai dari usia 2 tahun sampai 12 tahun akan mengalami pertambahan tinggi badan sebesar 5 kg sampai 7 kg setiap tahunnya. Begitu juga dengan berat badannya akan mengalami kenaikan sebanyak 2,5 kg sampai 3,5 kg. Untuk perkembangan biologis anak perempuan khususnya tinggi badan berakhir sampai usia 17 tahun. Sementara anak laki-laki sampai usia 21 tahun. Perkembangan biologis anak biasanya dipengaruhi oleh faktor genetik, entah itu ikut gen ayah atau gen ibu. Atau berdasarkan faktor asupan nutrisi.

 

2. Perkembangan Kongnitif

Gambar: ensiklo.com

 

 

Tumbuh kembang anak yang kedua ialah perkembangan kongnitif. Kongnitif berarti pola pikir yang disertai dengan adanya pergerakan menggunakan anggota tubuh dan 5 indra. Hal seperti ini dikelompokan ke dalam beberapa sub tahapan kongnitif anak usia sekolah seperti; sensor motorik terjadi pada usia 2 tahun berupa sebuah reaksi atau reflek ringan , tahap pra operasional terjadi pada usia 2 sampai 7 tahun ditandai si anak mulai belajar secara verbal dan melalui suatu gambar yang ia lihat di sekitarnya, tahap operasional konkrit pada usia 7 sampai 11 si anak sudah memiliki pola pikir konkrit, dan yang terakhir ada tahap operasional formal pada usia 11 sampai 15 tahun dimana si anak mampu berpikir secara logik, terstruktur, terorganisir, serta abstrak.

Baca juga: 6 Rekomendasi Sekolah Top di Jakarta

 

3. Perkembangan psikososial

Gambar: howtoadult.com

 

Hal ini berhubungan dengan prilaku, perasaan, dan mental seseorang dalam menghadapi berbagai kondisi di lingkungan sosialnya. Dalam tahap ini si anak memiliki kemampuan bergaul, memecahkan permasalahan, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, berinisiatif, peka terhadap perasaan orang lain, berani mengakui kesalahan, kepercayaan diri, memiliki rasa takut, tekun, rendah hati, rendah diri, dan arif.  Dengan adanya kemampuan dan perkembangan akan psikososial yang baik, si anak akan mudah menghadapi berbagai tantangan dunia luar sehingga ia mudah diterima di lingkungan sosialnya. Ketika anak bergaul pastikan ia masuk ke lingkungan pergaulan yang sehat. Perhatikan dan kenali bagaimana kondisi lingkungan pergaulan si anak. Cari tahu siapa teman sepermainannya dan seperti apa perilaku teman-temannya.

 

4. Tempramen atau perkembangan emosional

Gambar: www.bicarafakta.com

 

 

Merupakan salah satu gambaran bagaimana cara si anak bereaksi dalam menghadapi suatu kondisi. Seorang anak yang belum memasuki masa dewasa (usia sekolah sampai remaja) perkembangan emosionalnya masih labil. Apalagi dalam menghadapi kondisi pergaulan yang sampai saat ini terbilang sangat berbahaya bagi si anak. Umumnya masalah yang terkait dengan perkembangan emosional anak baik usia sekolah maupun usia remaja seperti memiliki rasa takut yang berlebihan, mudah depresi, sering merasa cemas, mudah sedih, cepat tersinggung, dan mudah marah. Perkembangan emosional anak disebabkan oleh beberapa faktor pendukung, seperti; perkembangan kecerdasan berpikir, perkembangan kelenjar dan hormon, hingga kemampuan belajar si anak.

Cari sekolah untuk anak? Anda bisa kunjungi edumor.com untuk mencari atau melihat info sekolah yang tepat bagi si anak!

 

5. Perkembangan moral

Gambar: ibudanmama.com

 

 

Bukan saja diperkenalkan dan diajarkan pada anak, tapi perkembangan moral anak usia sekolah harus diperhatikan. Pada masa ini si anak mulai terbiasa mematuhi peraturan yang berlaku di lingkungan masyarakat, lingkungan pergaulan, lingkungan sekolah, sampai lingkungan keluarga sekalipun. Perkembangan moral anak usia sekolah terbagi lagi ke dalam 3 tahapan, yakni: tahap preconvesional terjadi pada anak usia 4 tahun sampai 10 tahun yang sudah mulai patuh terhadap aturan dan hukuman yang berlaku, tahap convensional pada saat anak usia 10 tahun sampai 13 tahun mengenal, memahami, serta memperhatikan arutan beserta hukuman apa saja yang diberlakukan di lingkungan sekitarnya, dan ada tahap postconvesional pada anak usia minimal 13 tahun yang sudah mengambil keputusan terhadap aturan, hukum, beserta moral-moral yang berlaku.

Baca juga

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *