Kenali 4 Macam Kekerasan pada Anak di Dalam Lingkungan Keluarga

Pendidikan anak akan moral, kepribadian, menumbuhkan rasa tanggung jawab, dan menanamkan kedisiplinan dilakukan dengan cara yang paling tepat. Hindari kekerasan pada anak apapun itu alasannya. Memang mereka itu anak kita, tapi anda tidak berhak mendidiknya dengan cara yang kurang tepat, termasuk melakukan kekerasan. Sadar atau tidak sadar, setiap orangtua pasti pernah melakukan tindakan kekerasan pada si anak. Kenali macam-macam kekerasan pada anak di lingkungan keluarga!

 

1. Kekerasan Fisik

Gambar: gurubanjarnegara.wordpress.com

 

 

Prilaku orangtua adalah cerminan anak. Sudah sepatutnya sebagai orangtua harus bisa menjadi cerminan yang baik dalam mendidik anak, yaitu; tanpa adanya kekerasan dalam mendidik anak. Kekerasan pertama yang kerap kali orangtua lakukan adalah kekerasan secara fisik. Kekerasan fisik berhubungan dengan menyakiti anggota tubuh anak, seperti; memukul dengan tangan atau dengan benda seperti ikat pinggang, gantungan baju, dan sapu, menampar, menendang, menonjok, menjewer, menyubit, dll. Perilaku kekerasan fisik ini bisa dikategorikan ke dalam kekerasan rumah tangga loh parents! Tanpa disadari banyak orangtua yang melakukan hal ini karena terlalu emosi dalam menghadapi tingkah laku anak. Semestinya orangtua harus bisa menghadapi prilaku si anak dengan penuh kesabaran, memberikan nasehat baik pada anak, dan kalau sudah keterlaluan cukup beri dia hukuman yang mendidik.

 

2. Kekerasan emosional

Gambar: hellosehat.com

 

 

Yang kedua, orangtua juga sering melakukan kekerasan yang menyebabkan hati atau perasaan si anak menjadi terluka. Apa akibatnya? Si anak menjadi tertekan dan dapat menimbulkan stress atau depresi pada si anak itu sendiri. Kekerasan emosional pada anak seperti apa sih? Umumnya kekerasan emosional pada anak sebagian besar dilakukan dengan cara mengancam anak, membanding-bandingkan anak dengan orang lain, jarang mendukung anak, jarang sekali memuji anak, mengata-ngatai anak dengan kata yang tidak sepantasnya sama saja dengan menyumpahi anak, terlalu sering ikut campur kehidupan anak, overprotektif, dan masih ada banyak lagi.

Baca juga: 5 Tips Menanamkan dan Mengajarkan Anak tentang Kedisiplinan

 

3. Kekerasan seksual

Gambar: nasional.republika.co.id

 

 

Tindak kejahatan atau kekerasan seksual pada anak tidak hanya dilakukan oleh orang tak dikenal. Namun sadar atau tidak orangtua juga bisa melakukan kekerasan seksual pada anak. Bentuk kekerasan seksual pada anak bisa dalam bentuk pemaksaan kasih sayang orangtua. Contohnya; si anak memenangkan juara 1 lomba kompetisi tari daerah sekolah. Sebagai bentuk aspresiasi, anda memberikan pelukan dan cium dengan memaksa. Paksaan tersebutlah dikatakan sebagai kekerasan seksual pada anak. Bahkan, kids jaman now sudah banyak yang tahu mengenai pornografi lewat internet. Nah, hal seperti itu terbilang cara mendidik anak yang salah dalam bentuk kekerasan seksual pada anak. Sudah sepatutnya orangtua tidak boleh membiarkan anak-anaknya menggunakan gadget pada usia yang tidak seharusnya. Pengawasan penggunaan gadget pada anak bukan saja anda duduk di belakang atau di sampaing anak, tapi harus ikut bermain gadget bersama anak. Bebaskan gadget anak terhadap konten-konten yang berbahaya.

Cari sekolah untuk anak? Anda bisa melihat atu mencari info serta rekomendasi sekolah-sekolah terbaik di edumor.com!

 

4. Pengabaian

Gambar: anggaputrar.blogspot.co.id

 

 

Semua anak memiliki hak akan kebahagiaannya sama bukan? Dimata keluarga semua anak itu sama aja, mau dia anak tiri, anak angkat, anak kandung, bahkan anak ha**m sekalipun mereka tetaplah anak yang sudah seharusnya diberikan kasih sayang yang sama. Merenggut kebahagiaan, masa depan, dan mengabaikan anak merupakan dosa yang sangat besar dibandingkan dosa lain yang pernah kita perbuat karena anak adalah satu-satunya titipan tuhan. Mengabaikan anak contohnya; mengabaikan anak yang sedang kelaparan, menunda-nunda memenuhi kebutuhan anak, tidak menafkahi anak secara lahir dan batin, dll.

Pelaku kekerasan pada anak tidak hanya orangtua si anak saja, tapi teman, guru, atau orang di sekitarannya juga bisa menjadi si pelaku kekerasan pada anak anda.

Sumber: http://keluargakita.com/2015/06/poster-apakah-kita-melakukan-kekerasan-anak/

 

Baca juga

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *