5 Tips Menanamkan dan Mengajarkan Anak tentang Kedisiplinan

Dalam mendidik anak terhadap kedisiplinan harus diterapkan bukan dengan cara kekerasan ya parents! Mengajarkan anak tentang kedisiplinan bermanfaat agar anak peduli dan peka terhadap sekitarnya, menanamkan ketenangan, dan masih ada banyak lagi manfaatnya. Orangtua yang berhasil mendidik anaknya memiliki kebanggaan tersendiri. Cara mendidik anak zaman sekarang terbilang jauh berbeda dengan cara mendidik anak orang zaman dulu.  Mengenai kedisiplinan, kali ini Edumor akan memberikan tips seputaran mengajarkan kedisipilinan pada anak. Disimak ya parents!

 

1. Ajarkan anak tentang manajemen waktu

Gambar: www.futuready.com

 

 

Hal yang paling pertama dan utama dalam pola pengasuhan anak tentang kedisiplinan ialah manajemen waktu. Ajarkan bagaimana si anak harus bisa mengatur waktunya bukan waktu yang mengaturnya. Karena sekalinya waktu berjalan, tidak akan terulang lagi. Anak yang tidak diajarkan kedisiplinan waktu sejak ia masih kecil, kelak saat ia sudah dewasa, ia akan menjadi orang yang tidak bisa mengatur dan menghargai waktunya dan terjerumus dalam kebiasaan korupsi waktu. Pendidikan anak terhadap management waktu dapat diajarkan melalui komunikasi, contohnya; kalau waktunya makan harus makan gak boleh sambil main gadget atau nonton tv, anak harus bisa membedakan kapan waktunya belajar dan mengerjakan PR dengan waktunya bermain, dan masih ada banyak lagi yang bisa anda ajarkan tentang kedisiplinan waktu pada anak.

 

2. Ketika berkata “tidak” atau “gak boleh” ucapkan dengan tegas

Gambar: www.parenting.co.id

 

 

Dalam pendidikan anak tidak diajurkan untuk memanjakan atau selalu menuruti apa kemauan anak. Terlebihnya untuk mendisiplinkan anak bukan hanya sekedar melarangnya saja tapi harus bertindak tegas dan penuh konsistensi.  Tegas dalam perkataan maupun perbuatan bukan dalam arti sambil marah-marah ataupun melakukan tindakan kekerasan pada anak. Justru hal seperti itu tidak akan menyelesaikan apa-apa. Ketika berkata “tidak” atau “gak boleh” ucapkan dengan penuh ketegasan. Bagaimana kalau sampai si anak memberontak? Cukup diamkan si anak. Kasih waktu ia untuk intropeksi diri.

 

3. Ganti kata “jangan” dengan kata yang lebih efisien

Gambar: www.wajibbaca.com

 

 

Anak semakin dilarang akan semakin melunjak bukan? Jika serasa ada perlakuan anak yang kurang berkenan di hati , anda bisa melarangnya dengan menggantikan kata “jangan” dengan kata yang jauh lebih efisien. Misalkan; sudah waktunya anak belajar tapi ia malah bermain. Kata yang sepatutnya anda ucapkan bukan “sudah waktunya belajar, jangan malas” melainkan “ayo nak belajar, besok kan ada ada ulangan. Pergunakan waktumu sebaik mungkin untuk belajar bukan bermain terus” atau “coba lebih rajin lagi belajarnya”. Di satu sisi jika anda mengucapkan kata “jangan”, maka anak bukannya nurut tapi semakin melawan.

Baca juga: Pentingnya Penanaman Pola Pengasuhan Anak terhadap Pencegahan Kejahatan Seksual

 

4. Alihkan aktivitas anak yang dapat merusak ke aktivitas yang tidak merusak

Gambar: www.vemale.com

 

 

Kesel gak sih ketika kita udah mendisiplinkan anak masih aja gak bisa diatur?  Tips berikutnya untuk mendisiplinkan anak, anda bisa mengalihkan aktivitas anak yang dapat merusak ke aktivitas yang tidak merusak. Dengan pengalihan perhatian, mereka paham betul bahwa yang tadi mereka lakukan secara perkepanjangan dapat berefek buruk bagi kehidupannya, seperti; bermain game terlalu lama, menonton Tv terlalu lama, dll.

Cari sekolah untuk anak? Silahkan kunjungi edumor.com!

 

5. Buat dan lakukan rutinitas harian secara konsisten termasuk peraturan guna mendisiplinkan anak

Gambar: id.pinterest.com

 

 

Menanamkan kedisiplinan pada anak dapat dibangun melalui rutinitas harian. Buat dan lakukan rutinitas harian bersama anak secara konsisten berupa peraturan-peraturan apa saja yang harus anak lakukan dan tidak boleh dilakukan selama berada di lingkungan keluarga. Beri pengajaran tentang resiko yang akan mereka terima jika peraturan yang telah dibuat dilanggar secara sengaja ataupun tidak sengaja.

 

Baca juga

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *