Pentingnya Penanaman Pola Pengasuhan Anak terhadap Pencegahan Kejahatan Seksual

Tidak hanya tindakan kekerasan, bullying, dan penculikan anak yang merajarela di sekitar masyarakat. Faktanya ada banyak juga kejahatan seksual pada anak. Tentunya peristiwa tersebut sangat ditakutkan oleh semua orangtua. Setiap orangtua selalu berjaga-jaga untuk melindungi anak-anaknya dari berbagai tindak kejahatan yang ada. Pola pengasuhan anak terhadap tindak kejahatan seksual perlu ditanamkan juga pada anak sejak usia dini. Karena hal seperti itu wajib hukumnya untuk diajarkan ke semua anak. Bagaimana caranya? Silahkan simak artikel Edumor berikut ini!

 

1. Beri pengajaran pada anak tentang bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh dan perkenalkan anak mengenai sentuhan

Gambar: lydiasetya.wordpress.com

 

 

Awal mulanya anak belum paham betul mengenai apa itu kejahatan seksual. Kondisi ini harus anda ajarkan pada anak sejak ia usia dini. Beri mereka pemahaman mengenai apa itu kejahatan seksual dan bagaimana hal itu dapat terjadi. Selanjutnya, ajarkan mereka tentang bagian tubuh mana saja yang tidak boleh disentuh, seperti; mulut, dada, leher, pantat, paha, betis, dan kemaluan. Anak secara otomatis bakal nanya kenapa gak boleh disentuh. Jelaskan sejelas-jelasannya mengapa bagian tubuh tersebut tidak boleh disentuh. Beri pemahaman bahwa bagian tubuh yang terlarang merupakan aset berharga yang harus dijaga. Tidak boleh dilihat apalagi sampai disentuh. Selain itu perkenalkan pada anak mengenai sentuhan. Ada 2 jenis sentuhan yang perlu diketahui oleh si anak, yaitu; sentuhan yang boleh dilakukan seperti berjabat tangan, tos, cubit pipi, dll. Dan setuhan yang harus dihindari seperti mencium, meraba-raba, mengelus-elus, dan lain sebagainya.

 

2. Kasih tau siapa saja yang boleh dan tidak boleh menyentuh bagian tubuhnya

Gambar: helosehat.com

 

 

Berikutnya anak pasti gak tahu siapa yang boleh menyentuh bagian tubuhnya, siapa yang gak boleh menyentuh bagian tubuhnya. Jangan lupa ya parents untuk kasih tahu siapa aja sih yang boleh dan tidak boleh menyentuh bagian tubuh si anak. Kasih tahu mereka bahwa yang boleh menyentuh bagian tubuhmu seperti; mama / papa, mba saat memandikanmu, dan dokter atau tenaga medis ketika kamu sedang diperiksa kesehatannya. Sedangkan orang yang sama sekali gak boleh menyentuh bagian tubuh seperti teman, guru, karyawan sekolah, dan orang-orang yang tidak kamu kenal. Dengan pemahaman tersebut, dimanapun dan kapanpun si anak berada mereka bisa lebih melindungi bagian tubuhnya.

Baca juga: 6 Musuh Terbesar Orangtua dalam Mendidik Anak-anaknya

 

3. Mengajarkan anak bagaimana menolak

Gambar: www.youtube.com

 

 

Bagian ini yang paling penting nih parent. Tanamkan pada anak tentang bagaimana si anak berani menolak ketika ia mulai merasa terancam oleh orang-orang di sekitarnya. Misalnya, tiba-tiba ada orang tak dikenal ingin menyentuh bagian tubuh terlarangnya atau menyuruh si anak untuk memperlihatkan bagian tubuhnya. Maka dari itu, beri tahu mereka untuk langsung menolaknya sesegera mungkin tanpa harus berpikir panjang kembali dengan mengucapkan “tidak”, “jangan”, “gak boleh”, dan “gak mau”.

 

4. Beri pengertian apa yang ia harus lakukan jika hal tersebut terjadi selain menolak

Gambar: www.youtube.com

 

 

Bukan melalui penolakan saja tapi andapun harus memberikan pengertian pada si anak, jika ia merasa terancam oleh pelaku kejahatan maka si anak harus berani menghindar dengan cara berteriak, berlari, mengumpat, dan yang gak kalah penting si anak harus berani lapor ke pihak sekolah atau ke orangtuanya. Satu hal yang tidak ketinggalan, menanamkan kebiasaan komunikasi antar anak dengan orangtua harus terjadi setiap harinya. Komunikasi sangat diperlukan agar anda bisa benar-benar tahu apa saja yang anak anda lakukan dan alami dalam satu hari penuh. Kalau anak menjadi korban kekerasan seksual tapi tidak pernah ditanamkan kebiasaan komunikasi, ujung-ujungnya anda gak bakal tahu kalau si anak ternyata telah menjadi korban kekerasan seksual.

Cari sekolah untuk anak? Silakan kunjungi edumor.com!

 

5. Ingatkan anak untuk tidak melakukan hal yang dapat memicu terjadinya kejahatan seksual

Gambar: psikologiforensik.com

 

 

Kejahatan seksual di sekitaran kita tidak mungkin terjadi tanpa ada sesuatu alasan. Contohnya: anak menggunakan celana atau rok yang terlalu pendek, menggunakan baju yang terlalu terbuka atau terlalu ketat, dan duduk dengan posisi yang tidak sopan. Dimana hal tersebut bisa jadi pemicu tindakan kejahatan seksual bukan? Peringatkan dan nasehati mereka tentang menutup aurat adalah wajib hukumnya. Untuk anak anda yang usia masih kecil, pilihlah pakaian anak yang sangat tertutup alias sopan agar tidak memicu tindakan kejahatan seksual.

Tindakan kejahatan seksual pada anak tidak hanya dilakukan oleh orang-orang yang tak dikenal. Namun, banyak kejatahan seksual yang dilakukan oleh orang terdekat. Waspada, lindungi dan jagalah anak-anak anda dari si pelaku kejahatan seksual!

 

Baca juga

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *