Hati-hati! Ini Efek Buruk Jika Orangtua Terlalu Sering Ikut Campur Kehidupan Anak!

Pihak yang pertama kali membentuk karakter dan kecerdasaan anak adalah kedua orangtuanya. Pada dasarnya orangtua harus bisa mendidik anak dengan cara yang tepat. Menjadi panutan bagi anak merupakan salah satu dari sekian banyak kewajiban orangtua ketika mendidik si anak. Apakah anda termasuk orangtua yang terlalu ikut campur dalam kehidupan anak? Kalau ya, kali ini Edumor akan kasih tahu para orangtua mengenai efek buruk bagi orangtua yang terlalu ikut campur dalam kehidupan anak.

 

1. Anak tidak dapat bertumbuh dengan semestinya

Gambar: pustakasehatku.blogspot.co.id

 

 

Langkah awal ketika anak menghadapi permasalah apalagi kalau bukan ikut campur. Mungkin salah satu alasan mengapa orangtua terlalu ikut campur kehidupan anaknya karena orangtua memiliki rasa khawatir berlebih. Memang orangtua berhak ikut campur kehidupan anak, namun tidak disarankan ikut campur dengan cara yang berlebihan. Sebisa mungkin jauhkan diri anda dari kehidupan anak, bukan berarti masa bodoh ya! Sifat orangtua yang terlalu ikut campur dalam kehidupan anak,  kelak si anak tidak bisa bertumbuh dari segi berpikir, perasaan, dan tingkah laku dengan semestinya  sampai ia dewasa nanti.

 

2. Anak tidak memiliki coping skill

Gambar: sspellmancann.com

 

 

Copy skill sangat dibutuhkan anak dalam menyelesaikan permasalahannya. Coping skill merupakan sebuah kemampuan yang dimiliki oleh anak guna menyelesaikan permasalahan. Ketika anak menghadapi permasalahan, biarkan ia belajar menyelesaikan masalahnya sendiri. Kalau ia minta bantuan anda, barulah bantu dia dengan memberikan saran-saran atau nasehat bijak. Terlalu ikut campur kehidupan anak justru bisa mematikan coping skillnya. Oleh karena itu si anak tidak bisa menyelesaikan masalahnya secara mandiri dan memiliki ketakutan terbesar saat ada masalah datang.

 

3. Dapat menurunkan kepercayaan diri anak

Gambar: id.theasianparent.com

 

 

Selanjutnya, orangtua yang terlalu ikut campur dalam kehidupan anak dapat menurunkan kepercayaan diri anak. Akibatnya pun si anak akan mengalami kesulitan dalam lingkungan pergaulan. Kepercayaan diri pada anak dapat dipupuk oleh orangtua yang selalu memberikan kebebasan pada anak. Jangan salah artikan bahwa anak bebas melakukan apa saja yang ia inginkan. Bebas disini artinya anak boleh melakukan apa saja asalkan terbatas dan terkontrol.

Baca juga: Bantu Anak Meraih Kesuksesan dengan Menanamkan 5 Keterampilan Emosi Anak Sejak Usia Dini

 

4. Anak menjadi mudah depresi

Gambar: health.detik.com

 

 

Berdasarkan beberapa penelitian, orangtua yang terlalu ikut campur dalam kehidupan anak dapat mempengaruhi kondisi mental dan kejiwaannya. Hati dan pikirannya terluka sehingga mereka lebih mudah depresi. Bahkan, berdasarkan penelitian dari University of Vorment yang menyatakan bahwa orangtua yang selalu mengatur anak sejak ia masih kecil, akan tumbuh menjadi anak yang kurang sopan dan memiliki sikap minim empati terhadap sekitarnya.

Cari sekolah untuk anak? Silahkan kunjungi edumor.com!

 

5. Anak kehilangan hak kebebasannya

Gambar: www.vebma.com

 

 

Semua anak memiliki hak yang sama soal kebebasan. Justru orangtua yang selalu memberikan kebebasan pada anak namun terkontrol dapat menjamin anak hidup bahagia di masa mendatang. Sedangkan, terlalu ikut campur kehidupan anak sama saja dengan mematikan hak kebebasannya dalam bentuk mengekang. Contohnya, mereka gak bebas mengungkapkan pendapat, tidak bebas memilih, tidak bebas menyelesaikan masalah, dan lain sebagainya.

 

Baca juga

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *