Perhatikan 6 Hal Sederhana Mengenai Gangguan Belajar pada Anak Berikut Ini!

Kewajiban anak usia sekolah adalah belajar. Tak sedikit orangtua yang mendisiplinkan anaknya untuk terus rajin belajar. Coba perhatikan deh apakah anak anda mengalami atau tidak mengalami gangguan belajar! Anak yang mengalami gangguan belajar bukan berarti ia bodoh. Diantara sekian banyak penyebab pasti ada hal lain yang berkaitan dengan gangguan belajar pada anak. Pada kesempatan ini, edumor bakal kasih tahu para moms / dad mengenai gangguan belajar pada anak. Di bawah ini adalah hal sederhana mengenai apa saja sih gangguan-gangguan belajar pada anak:

 

1. Disleksia

Gambar: time.com

 

 

Gangguan belajar yang paling sering terdengar ialah disleksia. Apa itu disleksia? Disleksia merupakan gangguan belajar pada anak dalam membaca dan menulis. Anak yang mengalami gangguan disleksia kebanyakan hanya bisa  membaca tulisan dalam posisi terbalik. Disleksia ditandai dengan anak usia balita yang lamban berbicara, sering salah baca huruf, kesulitan menulis, ada beberapa huruf yang tidak bisa dibedakan, merasa kesulitan ketika membaca kata yang baru ia kenal, tidak bisa mengingat hal secara berurutan, dll. Faktor terjadinya disleksia adalah faktor genetik dan faktor non genetik. Sekitar 70% faktor genetik dan 30% adalah faktor non genetik. Anda tidak perlu takut jika si anak mengidap disleksia. Gangguan disleksia pada anak tidak akan menghantui seumur hidupnya kok. Anda bisa mengatasi disleksia pada anak dengan cara melibatkan kegiatan anak dengan menggunakan sentuhan, penglihatan, serta suara yang berkaitan dengan huruf.

 

2. Diskalkulia

Gambar: ikasleenmunduan.blogspot.co.id

 

 

Anak anda merasa kesulitan mempelajari sekaligus memahami hal yang berkaitan dengan matematika? Kalau iya, berarti anak anda sedang mengalami gangguan belajar matematika yang disebut sebagai diskalkulia. Anak diskalkulia tidak memiliki kemampuan hitung-menghitung, kurangnya logika matematika dan algoritma, serta kesulitan menyelesaikan berbagai pemecahan masalah matematika dan algoritma. Ada 2 kategori diskalkulia. Kategori pertama adalah berhitung dan yang kedua yaitu mengkalkulasikan angka. Kesulitan mengenal angka juga tergolong gangguan diskalkulia.

 

3. Disgrafia

Gambar: cuidadoinfantil.com

 

 

Gangguan belajar pada anak yang ketiga adalah disgrafia. Disgrafia itu cabang dari disleksianya. Bisa dibilang hampir-hampir mirip. Cuma bedanya disgrafia itu kesulitan dan hambatan menulis. Sementara disleksia itu kesulitan membaca dan menulis. Keduanya ada kaitannya dengan gangguan syaraf motorik halus. Biasanya disgarfia dialami oleh anak yang berkebutuhan khusus (tidak semuanya sih). Hati-hati, disgrafia bisa terjadi secara mendadak! Penyebabnya yakni si anak pernah mengalami musibah, kecelakaan, atau penyakit seperti teps yang menyebabkan kerusakan syaraf otak. Anak-anak atau orang dewasa juga bisa mengalami gangguan seperti ini. Gejala disgrafia ditandai dengan kurangnya keterampilan menulis, tidak konsisten dalam menulis EYD, tidak bisa membedakan tanda baca, salah memegang pensil atau pulpen, menulis dengan jangka waktu yang lama, ukuran tulisan sering berubah-ubah, dll.

Baca juga: Kenali 7 Gejala Anak yang sedang Mengalami Depresi

 

4. Gangguan pendengaran dan visual

Gambar: www.hearingreview.com

 

 

Jangan salah paham sama gangguan belajar yang satu ini. Gangguan belajar pendengaran dan visual artinya bukan si anak tidak dapat mendengar dan melihat. Yang dimaksud disini  si anak tidak bisa belajar beragam hal yang berkaitan dengan bahasa dan kata-kata dengan cara mendengarkan ataupun melihat penjelasan yang disampaikan oleh orang-orang di sekitarnya. Ternyata gangguan belajar ini dipengaruhi oleh adanya gangguan syaraf sensorik si anak.

 

5. Tidak memiliki kemampuan belajar nonverbal

Gambar: ldaamerica.org

 

 

Anak juga memiliki kepintaran berinteraksi terhadap lingkungan sekitarnya. Namun, cara berinteraksinya pun berbeda-beda. Gangguan kemampuan belajar nonverbal atau dalam bahasa inggris disebut sebagai Nonverbal Learning Disabilities. Ketidakmampuan belajar non verbal ini dilakukan dalam bentuk kesulitan belajar secara visual spasial, anak mengalami gangguan syaraf motorik, dan sulit berinteraksi dengan baik. Ciri-ciri anak yang mengalami Nonverbal Learning Disabilities, antaranya: sulit mengenal ekspresi wajah dan bahasa tubuh seseorang, sulit menghadapi perubahan, merasa kesulitan ketika mengikuti instruksi atau langkah-langkah, kesulitan mengaplikasikan informasi yang telah didapatkan, dll.

Cari sekolah untuk anak? Silahkan kunjungi edumor.com!

 

6. Gangguan bahasa

Gambar: www.childspeech.co.uk

 

 

Yang terakhir ada gangguan bahasa. Gangguan bahasa pada anak dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Hal seperti ini dapat dilihat dari penggunaan bahasa saat anak sedang belajar maupun berbicara, adanya keterlambatan perkembangan bahasa seperti balita yang telat berbicara, terjadinya kelainan berbicara, autisme, dan adanya faktor gangguan syaraf otak serta kemampuan berpikir. Gangguan bahasanya bisa melalui perkataan atau pendengarannya.

 

 

Baca juga

Share this!

One thought on “Perhatikan 6 Hal Sederhana Mengenai Gangguan Belajar pada Anak Berikut Ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *