Kenali 7 Gejala Anak yang sedang Mengalami Depresi

Jangan samakan depresi dengan stress ya? Depresi dan stress itu berbeda. Depresi merupakan tekanan yang menyebabkan berubahan mood seseorang. Kalau stress itu respond yang menyebabkan seseorang berubah dan mudah terancam. Keduanya berhubungan dengan gangguan pikiran dan perasaan. Depresi  tidak hanya dialami orang dewasa saja. Anak-anak pun juga bisa mengalami depresi. Mungkin karena lingkungan pergaulannya atau karena lingkungan keluarganya. Mari kenali gejala-gejala anak yang sedang mengalami depresi! Setiap orangtua perlu tahu.

 

1. Sering merasa sedih dan emosian

Gambar: kesehatantubuh-tips.blogspot.com

 

 

Gejala yang paling nampak ketika anak sedang mengalami depresi ialah sering merasa sedih dan marah. Kesedihan dan kemarahannya terpancar bukan dalam batas wajar, melainkan secara berlebihan tanpa ada suatu alasan yang jelasnya. Kalau diganggupun ia pasti nangis-nangis gak jelas atau malah memberontak sampai barang-barang yang ada di sekitarnyapun di lempar-lempar bagaikan kapal pecah. Gak peduli waktu dan tempat, mereka pasti nangis dan marah-marah gak jelas.

 

2. Menarik diri untuk bersosialisasi

Gambar: pondokperubahan.com

 

 

Mereka cendrung lebih suka menyendiri di kamar atau di tempat-tempat yang jauh dari keramaian. Waktu yang mereka butuhkan hanya untuk diri sendiri. Selanjutnya, si anak tidak punya ketertarikan untuk bergaul dan bersosialisasi kembali dengan teman sebayanya. Oleh sebab itu, ia pun menarik diri dari lingkungan pergaulannya. Bisa saja hal ini terjadi karena si anak menjadi korban bully teman sebayanya atau punya masalah pribadi yang terpendam sehingga menyebabkan depresi.

 

3. Adanya perubahan selera makan

Gambar: informasitips.com

 

 

Depresi pada anak juga bisa berdampak pada gaya hidup si anak, yakni salah satunya adalah perubahan selera makan pada anak. Kadang-kadang nafsu makannya berlebihan, kadang-kadangpun gak punya nafsu makan sama sekali. Pokoknya moodnya jelek banget. Kebayangkan orang yang sedang depresi kayak apa dan seperti apa? Makan pun tak enak, ibaratnya makan nasi putih tanpa lauk dan sayur mayur.

Baca juga: 7 Solusi Pencegahan Tindakan Penculikan pada Anak

 

4. Menurunnya kemampuan beraktivitas

Gambar: www.wajibbaca.com

 

 

Akibat depresi yang melanda si anak, kemampuan beraktivitasnya pun menurun. Dikit-dikit males, dikit-dikit capek, segala yang dikerjakannya pun gak ada yang bener. Jikalau dilihat dari sisi lain terhadap aktivitasnya, mereka juga cendrung mudah menyerah dan patah semangat. Saking depresinya mereka enggan melakukan aktivitas seperti biasanya, yakni; sekolah, les, mengikuti kegiatan  sekolah, dll. Mereka sering beralasan dan menolak.

 

5. Sulit berkonsentrasi

Gambar: www.alodokter.com

 

 

Apalagi depresi itu dapat mengganggu proses belajarnya di sekolah. Si anak tidak bisa berkonsentrasi, apa yang dijelaskan guru di sekolah tidak mudah dimengerti, dan mengalami kesulitan belajar. Begitu juga saat belajar dan mengerjakan PR di rumah. Perlu penanganan yang exstra nih. Mengalami kesulitan berkonsentrasi tidak seperti biasanya dapat berdampak pada penurunan prestasi di sekolah secara drastis. Kalau dilanjutin bisa-bisa anak anda gak naik kelas loh!

 

6. Mengalami gangguan tidur

Gambar: www.solusisehatku.com

 

 

Anak andapun juga bisa mengalami gangguan tidur akibat depresi yang ia alami.  Perhatikan baik-baik bagaimana kondisi anak ketika ia ingin tidur. Tak kala anak yang mengalami depresi sering merasa gelisah ketika tidur, jadwal tidurnyapun tidak karuan. Tidak karuan maksudnya sering tidak bisa tidur (insomnia) atau tidur dalam jangka waktu yang berlebihan.

Cari sekolah untuk anak? Silahkan kunjungi edumor.com!

 

7. Berpikir untuk mengakhiri hidup

Gambar: www.tahupedia.com

 

 

Depresi berat dapat berakibat fatal. Memang banyak orang yang mengalami depresi berat menganggap dirinya tidak bisa apa-apa lagi. Jalan keluar satu-satunya adalah dengan mengakiri hidupnya yakni melakukan berbagai cara bunuh diri, entah itu terjun dari gedung, menggantungkan diri dengan tali, atau minum racun. Sebelumnya, mereka selalu berpikir dan berencana untuk mengakhiri hidupnya.

Anak yang depresi memiliki gejala yang berbeda-beda. Ada anak yang gejala depresinya seperti ini, ada juga yang seperti lainnya. Salah satu solusi mengatasi depresi pada anak yaitu; perhatian dan kasih sayang yang seutuhnya bagi mereka.

 

Baca juga

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *