Kapan Orangtua Dapat Memberikan Uang Saku Bagi Anak?

Tidak sedikit orangtua yang bimbang mengenai kapan waktu yang tepat untuk memberikan uang saku bagi anak. Sebenarnya fungsi uang saku bagi anak tidak melulu soal memberikannya jajan. Melainkan, melatih anak untuk belajar manajemen keuangan. Anak juga perlu dikenalkan fungsi uang agar ia mengetahui bagaimana caranya melakukan transaksi, misalkan mulai dari transaksi sederhana seperti jual beli. Mengatur keuangan harus dilatih sejak dini agar saat ia besar nanti, anak tidak akan kaget memegang uang. Nah, oleh karenanya kapan waktu yang tepat bagi anak untuk diberikan uang saku? Berikut ulasan dari edumor.com selengkapnya.

  • Saat Anak Sudah Memiliki Keinginan Yang Bersifat Materi

    Gambar : https://unsplash.com/

Sebenarnya, tidak ada ukuran pasti mengenai kapan orangtua dapat memberikan uang saku. Namun, jika anak sudah mulai mengerti dan memiliki keinginan yang membutuhkan materi, maka tidak ada salahnya jika orangtua mengenalkan uang dan mengajarkannya untuk mengatur keuangan. Misalkan, saat anak mulai ingin untuk jajan atau membeli sesuatu di warung atau supermarket. Kenalkanlah kepada mereka bagaimana cara menggunakan uang. Ajarilah agar menggunakan uang dengan bijak, yaitu dengan cara mengajarkannya tidak boleh menghambur-hamburkan uang untuk jajan atau hal yang tidak dibutuhkan.

Biasanya, anak mulai mengenal belanja (untuk makanan, minuman, atau snack) saat ia sudah masuk sekolah taman kanak-kanak (TK), yakni sekitar umur 5-6 tahun. Namun, perhatikan pula kondisi kesiapan anak saat mulai memberikan uang saku. Kesalahan orangtua ialah terlambat memulai dan mengawali pemberian uang saku bagi anak. Jika terlalu lambat mengenalkan pada anak, Anda akan sulit membicarakan masalah keuangan dengan anak. Terlebih saat dia dewasa nanti, ia akan mendapatkan pengaruh lingkungan sehingga, ia hanya mengerti bahwa uang hanya digunakan untuk memuaskan keinginannya saja.

Selain itu, uang saku dapat dijadikan sarana belajar menghitung. Anak juga akan belajar tanggung jawab mengenai uang yang dimilikinya.

  • Berikan Uang Saku Sesuai Kebutuhan Anak
Gambar : http://www.ourtipsfor.com

Setiap orangtua perlu untuk menyesuaikan uang saku dengan kebutuhan anak. Hal ini disebabkan agar anak belajar untuk tidak hidup berlebihan dan menghargai jerih payah orangtua dalam mencari nafkah. Jumlah uang saku yang ideal bagi anak pun tidak memiliki patokan yang pasti. Karena, setiap penghasilan orangtua dan kebutuhan anak pasti berbeda-beda. Anda pun tidak perlu membandingkan dengan berapa yang orangtua anak lain berikan.

Anak yang sudah bersekolah biasanya sudah mulai membutuhkan uang untuk keperluannya. Baik untuk makan saat istirahat sekolah atau kebutuhan lain seperti fotokopi bahan pelajaran, dan sebagainya. Gunakanlah kebutuhan anak dan juga kemampuan orangtua sebagai patokan dalam memberikan uang saku anak. Akan tetapi, pastikan agar uang saku anak cukup untuk memenuhi kebutuhannya.

Misalkan, apabila anak hanya butuh uang untuk makan siang saja, berikanlah uang saku yang sesuai dengan harga makan siang di sekolahnya. Namun, Anda juga dapat memberikannya uang lebih untuk digunakannya dalam memenuhi kebutuhan lain seperti iuran uang kas di kelas, dan sebagainya.

  • Tidak Menjadikan Uang Saku Sebagai Imbalan
Gambar : https://cdn.gobankingrates.com

Menjadikan uang saku sebagai imbalan merupakan hal yang tidak boleh dilakukan bagi orangtua. Sebab, anak akan lebih termotivasi melakukan tugasnya jika ada imbalan berupa uang. Misalkan, orangtua menjanjikan menambah uang saku jika anak mau mengerjakan pekerjaan rumahnya. Padahal, pekerjaan rumah merupakan tanggung jawab sang anak. Jika anak dibiasakan untuk diberikan imbalan berupa uang, maka anak akan menjadi malas jika seuatu saat tidak diberikan imbalan.

  • Atur Periode Pemberian Uang Saku Sesuai Perkembangan Anak
Gambar : https://unsplash.com/

Pemberian uang saku perlu diperhatikan sesuai dengan perkembangan sang anak. Hal yang perlu diperhatikan salah satunya ialah mengenai periode uang saku. Apakah Anda memberikan uang saku harian, mingguan, atau bulanan, semua tergantung dengan kondisi buah hati. Misalkan, ketika ia masih duduk di bangku sekolah dasar, Anda dapat memberikan uang saku harian agar ia lebih mudah untuk mengatur keuangannya. Jika anak dirasa sudah matang dalam memegang uang, maka Anda dapat memberikan uang saku mingguan. Seperti saat anak sudah menginjak ke sekolah menengah pertama. Namun, apabila anak cenderung ceroboh dalam mengatur dan memegang uangnya sendiri, maka tidak masalah jika Anda masih memberikan uang saku secara harian. Ajarkan kepada mereka agar selalu berhati-hati menggunakan uang dan jangan sampai hilang akibat kecerobohan anak.

Baca juga

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *