Bolehkah Orangtua Mengerjakan PR Anak?

Pekerjaan rumah atau PR merupakan tugas yang diberikan dari guru untuk anak agar dikerjakan di rumah. Namun, terkadang anak merasa malas untuk mengerjakan PR. Berbagai kegiatan di sekolah, banyaknya mata pelajaran yang harus dipelajari, dan berbagai tugas membuat anak merasa sudah lelah, apalagi jika harus disibukkan pula dengan PR. Hal seperti ini dapat membuat anak merasa kesulitan bahkan sudah terlanjur malas untuk mengerjakannya. Anak bisa berubah menjadi tantrum atau rewel saat mengerjakan PR mereka.

Sebagai orangtua tentu merasa iba jika melihat anak kesulitan. Bahkan, orangtua terkadang dengan sukarela mengerjakan tugas anak. Akan tetapi, sebenarnya apakah boleh orangtua mengerjakan PR atau tugas sekolah anak?

  • Fungsi Pekerjaan Rumah bagi Anak

    Gambar : https://unsplash.com/

Untuk mengetahui apakah orangtua boleh mengerjakan tugas anak atau tidak, pertama kita perlu ketahui terlebih dahulu apa fungsi PR itu sendiri. PR atau tugas sekolah sebenarnya berfungsi  untuk mengevaluasi anak. Apakah sang anak memahami pelajaran yang ada di sekolah. Hal tersebut dapat diketahui dari PR yang dikerjakan anak. PR juga dapat berfungsi sebagai sarana latihan anak untuk mengulang kembali pelajaran di sekolah. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika anak mengerjakan sendiri tugas atau PR mereka, agar anak dapat memahami pelajaran di sekolah.

Selain itu, membiasakan anak mengerjakan PR sendiri akan menjadikan mereka pribadi yang lebih kreatif dan terlatih dalam memecahkan masalah. Kemandirian anak pun akan terasah jika mereka terbiasa untuk mengerjakan segala sesuatunya sendiri. Jika Anda mengerjakan tugas mereka, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang kurang percaya diri. Anak akan terlalu bergantung dan mengandalkan Anda. Anak yang tidak mandiri akan kesulitan dalam menghadapi dunia nyata saat mereka sudah besar nanti.

  • Tidak Perlu Takut Gagal
Gambar : https://unsplash.com/

Orangtua perlu menjauhkan rasa takut bahwa anak akan mendapatkan nilai yang jelek di sekolah akibat PR yang dikerjakannya salah. Perasaan seperti ini dapat mendorong orangtua untuk mengerjakan PR anak mereka. Hilangkanlah rasa takut tersebut dan percayakan anak dapat mengerjakan PR mereka sendiri. Jika memang PR yang dikerjakannya tidak mendapatkan hasil yang baik, berikanlah mereka semangat dan motivasi. Yakinkan anak bahwa mereka dapat mengerjakan PR dengan lebih baik pada kemudian hari selama mereka mau berusaha. Hal ini akan mengajarkan mereka bahwa proses lebih penting dibandinkan hanya mengejar hasil akhir.

Jika orangtua merasa bahwa anak kelelahan dengan berbagai tugas dan pekerjaan rumah, maka Anda dapat mengevaluasi kegiatan anak. Apakah anak terlalu banyak kegiatan di luar seperti mengikuti les atau klub sehingga ia kelelahan untuk mengerjakan tugasnya. Komunikasikan hal ini kepada anak agar Anda mengetahui isi hatinya. Jika memang anak kelelahan akibat kegiatannya di luar, Anda dapat juga berdiskusi dengan anak mengenai kegiatan apa saja yang dpaat dikurangi sehingga mereka memiliki waktu yang tidak terlalu padat. Anda juga dapat berkonsultasi dengan guru mengenai hal ini untuk mendapatkan solusi yang terbaik untuk si buah hati.

  • Tetap Dampingi Anak Saat Mengerjakan Tugas
Gambar : https://unsplash.com/

Mendampingi anak saat mengerjakan tugas akan memberikan dorongan semangat bagi mereka, sehingga anak akan merasa didukung. Jika anak benar-benar kesulitan dalam mengerjakan soal, Anda boleh membantunya namun tidak dengan mengerjakan tugasnya. Berikanlah bantuan dengan cara mengajari mereka bagaimana cara mengerjakannya. Mengajari anak juga dapat menjadi ajang untuk membangun kedekatan antara orangtua dan anak. Mereka akan menganggap bahwa anda merupakan sosok yang dapat dijadikan panutan karena dapat mengejari mereka belajar. Ajarilah mereka dengan sabar jika mereka belum mengerti soal yang dikerjakan.

Pelajaran sekolah anak memang akan terdapat perbedaan dengan apa yang orangtua pelajari selama bersekolah. Namun, bukan berarti hal ini menjadikan halangan bagi Anda untuk mendampingi dan mengajari mereka. Orangtua dan anak dapat menjadikan media internet sebagai sarana untuk mencari tahu jawaban dari soal yang dikerjakan.  Pandulah anak saat berselancar di internet untuk mengawasi mereka agar tidak menyalahgunakan internet tersebut.

Baca juga

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *