5 Cara Menemani Anak Mengerjakan PR

Menemani anak mengerjakan tugas atau pekerjaan rumahnya merupakan salah satu hal yang wajib dilakukan orangtua. Sebab, dengan menemaninya mengerjakan tugas maka akan membangun kedekatan antara orangtua dan anak. Selain itu, Anda juga akan dapat memantau perkembangan anak melalui bagaimana ia menyelesaikan tugasnya.

Namun, terkadang menemani anak mengerjakan PR memiliki kesulitan tersendiri. Terlebih saat anak mulai enggan mengerjakan PR nya dan malah meminta orangtua untuk mengerjakannya. Kondisi tersebut bisa saja terjadi karena anak kelelahan atau tugas yang diberikan terlalu anak. Akan tetapi, jangan langsung merasa iba kepada anak dengan mengerjakan seluruh tugas mereka. Sikap seperti ini membuat anak akan menjadi manja dan tidak mandiri. Oleh karen itu, edumor.com akan memberikan sejumlah tips untuk orangtua saat menemani anak mengerjakan PR.

  • Berikan kepercayaan pada anak
Gambar : https://unsplash.com/

Ada kalanya anak merasa kesulitan dengan tugas yang diberikan sekolah. Sehingga, ia akan mengeluh dan malas mengerjakan tugasnya. Sebagai orangtua yang sedang mendampinginya belajar, berikanlah ia kepercayaan bahwa dirinya dapat mengerjakan tugasnya dengan baik. Berikanlah ia semangat dan tanamkan padanya bahwa setiap persoalan pasti memiliki jalan keluar.

Ketika anak merasa tugasnya terlalu sulit dan meminta orangtua mengerjakannya, sebaiknya orangtua menolak permintaan tersebut. Jika dilakukan, maka sama saja orangtua tidak mempercayai bahwa anak memiliki kemampuan untuk menyelesaikannya. Yakinkan mereka bahwa mereka dapat melakukannya.

  • Dampingi dengan sabar
Gambar : https://unsplash.com/

Anak yang mulai rewel akibat tugas sekolah yang diberikan memang menjengkelkan. Namun, orangtua janganlah terpancing emosi. Dampingi anak mengerjakan tugas dengan sabar. Jika emosi Anda ikut naik dan beralih memarahi anak, bisa jadi dia akan merasa lebih tertekan dan bahkan tidak mau mengerjakan tugasnya sama sekali. Hal ini pasti tidak akan menyelesaikan masalah, malah akan menambah masalah bagi orangtua dan anak.

Hadapilah anak dengan tenang apabila ia mulai emosi karena kesulitan mengerjakan tugasnya. Berikanlah dia sejumlah saran untuk memecahkan soal-soal dalam tugasnya tersebut. Misalkan, ajaklah ia mencari jawabannya melalui internet. Anda juga dapat merayu dia agar membuka kembali buku-buku pelajarannya untuk mencari barangkali jawabannya ada dalam buku tersebut.

  • Sedikit kolaborasi boleh dilakukan
Gambar : https://www.fosi.org/

Memang pada dasarnya, orangtua tidak boleh mengerjakan tugas sekolah anak. Akan tetapi, jika tugas yang diberikan memang bukan tugas yang bisa dikerjakan sendiri, maka orangtua dapat melakukan sedikit kolaborasi. Misalkan, ada tugas prakarya yang perlu menggunakan gergaji dan alat tajam lainnya. Anda dapat membantu dalam bagian menggergaji, selanjutnya biarkan Anak berkreasi sendiri dengan tugasnya.

Kolaborasi juga dapat dilakukan untuk mengerjakan soal-soal dalam PR anak. Saat anak merasa soal yang dikerjakan sulit, maka Anda dapat memberitahu mereka bagaimana cara mengerjakannya. Misal, ketika ada soal matematika yang tidak bisa dia kerjakan. Anda dapat mengajarkannya bagaimana cara memecahkan soal tersebut. Namun, berikan ia ‘kuota’ untuk bertanya jika kesulitan. Contohnya, katakan pada anak bahwa hari ini dia hanya dapat bertanya tiga kali mengenai PR yang dikerjakan. Lalu, jika ia ingin bertanya mengenai soal tersebut, tanyakan kembali padanya apakah ia benar-benar kesulitan atau sebenarnya ia dapat mengerjakannya tanpa bantuan. Hal ini akan membangun dirinya agar belajar memecahkan masalah sendiri dulu tanpa mengandalkan orang lain.

  • Ajarkan mengenai manfaat mengerjakan tugas sendiri
Gambar : https://unsplash.com/

Ada hal yang tidak disadari oleh anak saat ia meminta Anda mengerjakan tugasnya. Yang diketahui oleh anak ialah tugasnya harus selesai dengan baik agar ia tidak dihukum oleh guru. Sehingga, saat ia mengalami kesulitan untuk mengerjakan tugas, ia merasa Anda merupakan jalan pintas agar tugasnya cepat selesai.

Sebagai orangtua yang mendampingi anak saat mengerjakan tugas, salah satu hal yang anda perlu beritahukan pada anak ialah manfaat mengerjakan tugas sendiri. Sebab, anak perlu diberi pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab sejak dini. Katakanlah pada anak bahwa mengerjakan tugas sendiri dapat melatih dirinya untuk mengulang pelajaran. Sehingga kemampuan dan pengetahuannya akan semakin baik. Ajarkan pula kepada anak bahwa ia tidak perlu jika jawaban soal tersebut salah. Katakan padanya, dari kesalahan tersebut ia akan dapat mengetahui kemampuannya dan belajar lebih baik lagi sehingga dia akan mendapatkan hasil yang maksimal.

  • Berikan pujian atau apresiasi

    Gambar : https://unsplash.com/

Setelah anak dapat menyelesaikan tugas sekolah tersebut, jangan lupa berikan pujian atau apresiasi kepada anak. Dengan apresiasi, anak akan merasa dihargai dan merasa lebih percaya diri. Ia pun akan merasa bahwa dirinya mampu mengerjakan sesuatu, sehingga di kemudian hari ia akan berusaha mengerjakan tugasnya sendiri. Karena baginya, ia akan mulai merasakan kepuasan ketika ia bisa memecahkan sendiri tugas yang dimilikinya.

Baca juga

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *