Mengajarkan Anak Agar Mandiri Saat Bersekolah

Anak-anak tentu tidak dapat lepas dari orangtuanya. Terlebih bagi anak-anak yang masih berusia TK atau baru masuk jenjang Sekolah Dasar. Anak-anak pada usia tersebut biasanya belum dapat bersikap mandiri, bahkan saat pergi ke sekolah sekalipun. Mereka akan cenderung ingin ditemani orangtua dari awal hingga akhir jam pelajaran. Hal tersebut memang wajar untuk terjadi pada anak seusia tersebut. Namun, sebagai orangtua anda harus mengajarkannya mandiri. Berikut ialah tips mengajarkan anak mandiri saat bersekolah :
1. Memberikan tahapan dan target waktu

Gambar : www.rri.co.id

 

Mengajarkan anak mandiri tidak dapat dilakukan secara tiba-tiba. Diperlukan tahapan-tahapan agar anak dapat mandiri sepenuhnya. Misalkan, ketika anak tidak mau ditinggal sendirian saat pertama kali bersekolah, maka Anda dapat menunggunya terlebih dahulu hingga jam pulang. Pada keesokan harinya, Anda dapat menunggu anak di luar kelasnya. Dilanjutkan dengan menunggunya di luar gerbang sekolah, agar anak terbiasa untuk tidak ditemani oleh orangtua. Dengan tahapan seperti ini, maka anak tidak akan merasa kaget dan membiasakan mereka secara perlahan untuk tidak terlalu bergantung pada orangtua. Berikan target waktu untuk anak agar dapat mandiri ke sekolah. Misalkan, temani anak pergi ke sekolah selama satu minggu pertama. Untuk hari selanjutnya, anak dapat dilepas dan belajar untuk mandiri.
2. Mempercayai anak dan sekolah

Gambar : www.cerpen.co.id

 

 

Jangan terlalu takut untuk melepas anak Anda. Setiap anak perlu untuk belajar mandiri demi kehidupannya di masa depan. Belajar untuk mandiri diperlukan sejak dini. Oleh karena itu, percayalah bahwa mereka mampu untuk mandiri dan bimbinglah anak Anda. Anda juga perlu untuk mempercayai sekolah. Para guru dan tim pengajar tentu sudah memiliki pengalaman dalam menghadapi anak-anak. Mereka dapat membimbing anak Anda untuk belajar lebih mandiri dan bertanggung jawab saat di sekolah.
3. Bekerja sama dengan pihak sekolah

Gambar : www.lifestyle.sindonews.com

 

 

Bekerja sama dengan pihak sekolah juga dapat dilakukan dalam membentuk anak yang mandiri. Misalkan, Anda dapat berpesan kepada pihak sekolah agar membuat permainan atau teka-teki saat memulai pelajaran untuk mengalihkan perhatian anak dari orang tua. Sehingga, anak akan terbawa suasana dan terbiasa untuk bersekolah tanpa ditemani orangtua. Bekerja sama dengan pihak sekolah juga dapat meningkatkan hubungan baik antara sekolah dan orangtua. Hubungan yang baik akan dapat membantu Anda untuk lebih mudah memantau perkembangan anak saat di sekolah, meski Anda tidak sedang bersama mereka.
4. Menanamkan pemahaman tanggung jawab dan kemandirian bagi anak

Gambar : www.pendidikankarakter.com

 

 

Setiap anak perlu untuk diberikan pemahaman akan tanggung jawab dan kemandirian. Berilah dia penjelasan bahwa di sekolah terdapat berbagai peraturan yang harus ditaati. Contohnya, peraturan sekolah mengenai siswa yang tidak diperbolehkan untuk ditemani oleh orangtua saat di dalam kelas. Ajarkan bahwa setiap peraturan harus ditaati dan merupakan bagian dari tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Dengan demikian, anak akan belajar mengenai tanggung jawab sebagai siswa dan juga kemandirian agar tidak selalu bergantung pada orangtua.

 

5. Menceritakan kisah inspiratif

Gambar : www.satujam.com

 

 

Salah satu cara lain yang dapat digunakan untuk mengajarkan anak agar mandiri ialah dengan menceritakan kisah inspiratif. Anak-anak biasanya memiliki daya imajinasi yang tinggi sehingga mereka akan lebih mudah membayangkan jika diberikan contoh berupa cerita. Ceritakan pada anak mengenai sosok anak pemberani yang tidak takut pergi ke sekolah sendirian. Anak pun akan terdorong untuk mengikuti perilaku seperti yang diceritakan tadi. Jangan lupa untuk memberinya pujian, ketika anak berhasil menunjukkan kemandiriannya.

Baca juga

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *