Ingin Anak Jadi Penurut? Ini Tipsnya!

Pernahkah mendengar keluhan orangtua tentang anaknya yang susah diatur atau tidak penurut? Atau mungkin andalah yang tengah mengalami hal serupa? Sebagai orangtua, pasti pernah merasa jengkel ataupun sedih ketika anak yang disayanginya ternyata tidak sesuai harapan. Terlebih, ketika sang anak mulai membangkang dan tidak lagi mau menuruti serta seringkali berdebat dengan orangtuanya. Hal ini mungkin biasa terjadi ketika anak mulai memasuki fase pubertas atau remaja. Biasanya, pada fase ini para orangtua akan dibuat kewalahan dan cemas dengan segala perilaku dan tingkat laku dari sang anak. Namun, nyatanya tidak hanya pada kasus anak remaja sajalah hal itu sering terjadi. Bahkan orangtua dengan anak yang masih di bawah usia pun kerap kali mengalami hal serupa. Pernahkah terbesit di benak anda? Bagaimana cara agar anak anda menjadi seorang anak penurut? Berikut beberapa tips agar anak anda menjadi anak penurut.

 

1. Kurangi kata-kata yang bersifat negatif

Gambar : Tesetturgiyim.com

 

 

Tanpa disadari, seringkali para orangtua menggunakan kata-kata yang bersifat negatif ketika tengah memberikan nasihat, perintah, ataupun sekadar berbicara dengan sang buah hati. Kata-kata bersifat negatif yang dimaksud tersebut tidak hanya kata kasar yang mungkin seringkali dianggap tidak sopan. Melainkan kata-kata sederhana yang sebenarnya menimbulkan dampak psikologi besar pada anak. seperti “jangan”, “tidak boleh”, atau ungkapan ungkapan negatif lainnya. Seorang anak, biasanya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan senang bereksplorasi. Oleh karena itu, menggunakan kata seperti itu biasanya akan membuat sang anak menjadi semakin penasaran ataupun malah merasa terkekang. Sehingga tak jarang larangan tersebut malah terlihat menjadi seperti sebuah tantangan untuk mereka. Sedangkan, bagi orangtua pastilah anda ingin selalu memastikan jika anak anda dalam keadaan baik. Anda masih bisa menyiasati hal tersebut dengan lebih berhati hati dalam berkata-kata. Dibandingkan memberikan perintah atau larangan dengan kata-kata negatif, anda bisa berbincang dengan anak anda lebih lama untuk berbagi ilmu tentang hal baik atau hal buruk yang mungkin bisa dilakukan anak beserta dampaknya. Serta bantulah anak anda untuk menyimpulkan sendiri apakah suatu perbuatan itu baik atau buruk untuk dilakukan dan bagaimanakah dampaknya ketika dilakukan. Contohnya seperti membuang sampah pada tempatnya,  ketika sang anak mendapat perintah untuk tidak membuang sampah sembarangan, hatinya pasti akan bertanya-tanya mengapa hal itu tidak dibolehkan.

 

2. Kurangi memberi ancaman

Gambar : syg-anak.blogspot.co.id

 

 

Kerap kali para orangtua memberikan ancaman untuk anaknya secara tidak disadari dengan maksud membuat anak takut. Sehingga sang anak akan terlihat takut dan mau mematuhi apa yang diminta atauppun diperitahkan orangtuanya. Hal ini sebenarnya memiliki dampak yang tidak baik untuk perkembangan psikologi anak. Seorang anak yang seringkali mendapatkan ancaman dari orangtuanya, biasanya akan tumbuh menjadi seorang anak yang acuh terhadap orangtuanya atau bahkan orang lain. Hal itu disebabkan timbulnya rasa terintimidasi yang dirasakan oleh sang anak. Sehingga anak akan tumbuh menjadi seorang yang tidak peduli dengan lingkungannya terutama kepada orangtuanya yang seringkali memberikan ancaman berulang padanya.

 

3. Jadilah sosok yang disegani bukan ditakuti

Gambar : www.today.com

 

 

Banyak orang seringkali salah kaprah dengan hal yang satu ini, hal ini pun juga berlaku untuk para orangtua. Banyak orangtua merasa ketika seorang anak takut pada mereka, maka sang anak akan lebih diatur dan menjadi lebih penurut. Padahal, hal tersebut malah dapat membuat psikologi sang anak terganggu. Mungkin di awal, anak akan terlihat mudah diatur dan penurut. Tapi, bukan hal yang tidak mungkin suatu hari sang anak yang sudah mulai bisa melindungi dirinya akan memberontak dengan hal-hal yang selama ini yang ia pendam. Menjadi pribadi yang disegani sepertinya akan lebih baik dilakukan. Anda dapat memberikan contoh nilai-nilai kehidupan yang baik pada sang anak. Sehingga dengan sukarela dan tanpa adanya rasa takut, sang anak merasa bahwa sosok orangtuanya adalah sosok yang perlu ia segani.

Baca juga : Kiat Mempersiapkan Dana Pendidikan Bagi Anak

 

4. Pehatikan kondisi psikologi dan lingkungan sang anak

Gambar : www.additudemag.com

 

 

Sebagai orangtua, amatlah penting mencari tahu hal yang melatarbelakangi segala tindakannya. Termasuk ketika sang anak tiba-tiba saja membangkang atau tidak penurut. Hal tersebut sangat penting karena segala perilaku manusia seringkali mencerminkan kondisi psikologinya dan tentulah ada hal yang melatarbelakanginya. Berikanlah waktu di sela-sela kesibukkan anda untuk mendengarkan dan berbagi cerita dengan sang buah hati. Sehingga mereka tak akan sungkan lagi untuk menceritakan segala masalahnya pada anda.

 

5. Dengarkan pendapat dan ucapan sang anak

Gambar : www.huffingtonpost.com

 

 

Pada dasarnya, semua manusia itu sama. Mereka selalu senang ketika pendapat dan ucapan mereka dapat didengarkan oleh orang lain, begitupun dengan seorang anak. Meski sebagai orangtua tentulah memiliki lebih banyak pengalaman hidup dibandingkan dengan anak anda, tapi bukan berarti pendapat sang anak adalah hal tidak penting yang harus diabaikan. Sayangnya, hal ini seringkali terjadi di berbagai keluarga dengan berbagai latar belakang. Padahal bukan menjadi hal yang tidak mungkin jika ternyata pendapat anak anda lebih baik dibandingkan milik anda? Selain itu, mendengarkan dengan baik apapun yang ia ucapkan, dapat memupuk rasa kepercayaan dirinya dan memberikan kesan bahwa anda tidaklah

 

6. Berilah apresiasi pada anak

Gambar : www.uuworld.org

 

 

Pernahkah anda merasa bahwa kehadiran atau apapun yang  anda kerjakan menjadi begitu luar biasa dan menyenangkan ketika anda mendapatkan sebuah apresiasi? Hal itu pun yang pasti dirasakan oleh anak anda. Tidak ada salahnya untuk sesekali atau rutin memberikan pujian atau apresiasi atas kinerja yang dikerjakannya. Sebab, dengan begitu, hal tersebut dapat menjadi sebuah motivasi dan perasaan senang untuk sang anak.

Itulah beberapa tips untuk memiliki anak penurut yang mungkin diharapkan oleh seluruh orangtua di dunia ini. Pada dasarnya, berkomunikasi dengan anak sama saja berkomunikasi dengan orang lain. Dibutuhkan rasa saling percaya dan juga saling menghargai. Sehingga pesan yang dimaksud dapat tersampaikan dengan baik. Oleh karena itu, mulailah berbicara dengan anak anda.

Baca juga

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *