7 Peranan Orangtua di Dalam Keluarga Bagi Anak

Keluarga merupakan tempat pertama kali bagi anak untuk belajar. Orangtua memiliki peran utama sebagai guru bagi si anak. Selanjutnya, ada lingkungan sekolah dan lingkungan pergaulan sebagai tempat kedua dan ketiga bagi anak untuk belajar. Apa aja sih peran orangtua di dalam keluarga bagi anak? Simak disini!

 

1. Memberikan pendidikan moral dan etika

Gambar: medanberbaginih.blogspot.co.id

 

 

Moral adalah pengetahuan bagi seseorang untuk melakukan sebuah tindakan yang baik. Sementara etika adalah sebuah kebiasaan baikĀ  yang dilakukan seseorang terhadap lingkungan sekitarnya. Seseorang yang memiliki nilai moral dan etika baik dikatakan sebagai orang yang memiliki karakter positif. Moral dan etika seseorang tidak hanya dilihat dari bagaimana dia berperilaku, tapi dilihat dari bagaimana dia bertindak dan berbicara. Menanamkan moral dan etika pada anak usia dini sangatlah penting. Pengajaran pendidikan moral dan etika diberikan dengan mengajari bagaimana cara anak berbicara yang sopan yaitu dengan selalu mengatakan Tolong, Terima Kasih, dan Maaf, serta mengajarkan bagaimana si anak harus berperilaku dan bertindak dengan semestinya baik terhadap orang yang lebih tua, orang yang lebih muda, maupun yang seumuran dengannya. Anak yang memiliki moral dan etikatĀ  baik akan mudah diterima di lingkungan sekitarnya.

 

2. Mengajarkan berbagai norma yang berlaku

Gambar: www.telegram.co.id

 

 

Di kehidupan bermasyarakat ada 5 macam norma yang wajib diterapkan oleh seluruh warga negara termasuk anak antara lain yaitu: norma agama, norma kesopanan, norma kesusilaan, norma hukum, dan norma kebiasaan. Menanamkan norma kehidupan bermasyarakat wajib diberikan sejak anak usia dini agar mereka tahu bentul mengenai norma kehidupan bermasyarakat itu seperti apa, lalu mereka bisa menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari, serta mereka tahu bahwa ini loh resikonya jika norma-norma tersebut dilanggar. Tidak hanya diajarkan secara teori saja, melainkan harus diajarkan secara prakter.

 

3. Menciptakan lingkungan keluarga yang kondusif

Gambar: www.ge-ser.org

 

 

Perilaku dan kecerdasaan anak akan terbentuk jikalau anak tersebut tinggal di lingkungan keluarga yang kondusif. Kondusif dalam arti kata keluarga yang harmonis, adanya pemberian dukungan orangtua terhadap anak, dll. Kehangatan dan kebahagiaan sebuah keluarga akan menjadikan si anak hidup bahagia dan sukses di kemudian hari. Anak yang bahagia bisa dibentuk dari cara orangtua mendidik si anak, tepat atau mendidik dengan cara yang salah serta anak yang bahagia bisa berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, dan negara. Sesibuk apapun anda bekerja dan bagaimanapun perilaku yang anda miliki, jangan sekali-kali rusak kebahagiaan anak.

 

4. Mengembangkan sikap cinta tanah air pada anak

Gambar: www.sesorah.com

 

 

Anak lahir dan dibesarkan di negara tercinta. Otomatis orangtua berkewajiban mengembangkan sikap cinta tanah air pada anak agar mereka bisa menjadi pribadi yang berguna bagi bangsa dan negara serta menjadi generasi muda yang hebat dan membanggakan banyak orang. Wujud cinta tanah air seperti mematuhi peraturan hukum yang berlaku, menghargai perbedaan suku bangsa yang ada, saling gotong royong satu sama lain, melestarikan budaya bangsa, tidak mengkonsumsi obat-obatan terlarang, dll. Sikap cinta tanah air tersebut perlu dikembangkan dan diajarkan pada anak melalui pendidikan wajib 12 tahun ( kelas 1 SD hingga kelas 3 SMA).

Baca juga: Beragam Imunisasi yang Perlu diketahui Para Orangtua

 

5. Memberikan cinta dan kasih sayang yang tulus pada anak

Gambar: donobaswardonoparenting.blogspot.co.id

 

 

Anak merupakan sebuah anugerah terindah yang diberikan Tuhan untuk sebuah keluarga. Dengan begitu, anak berhak untuk memperoleh cinta dan kasih sayang dari kedua orangtuanya. Sudahkah anda memberikan cinta dan kasih sayang anda pada anak? Cinta dan kasih sayang jangan hanya kata-kata saja melainkan harus didasari dengan bukti berupa perbuatan yang terdiri dari mendidik anak dengan cara yang tepat, mengurus anak dengan baik dan benar, mampu menjadi orangtua yang bertanggung jawab, serta mampu membimbing anak dengan baik. Kunci utama dalam mendidik anak adalah kesabaran. Kurangnya cinta dan kasih sayang pada anak dapat berefek buruk seperti anak merasa tertekan dan mudah stress, menjadi anak yang pasif, tidak adanya kepercayaan diri, rendahnya kemampuan belajar, berkurangnya prestasi anak, dll. Apa mesti cinta dan kasih sayang anda untuk anak dibeli dengan uang?

 

6. Tempat terjalinnya komunikasi yang baik hingga anak dewasa nanti

Gambar: babe.news

 

 

Meskipun anak masih kecil, komunikasi antara orangtua dengan anak tetap harus terjalin dengan baik karena keluarga merupakan tempat utama bagi si anak untuk berkomunikasi. Ada loh anak yang jarang sekali berkomunikasi dengan orangtuanya karena sifat orangtua yang selalu memperlakukan anak dengan keras, si orangtua terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak ada waktu untuk berkomunikasi dengan anak, atau si orangtua cuek sama anaknya! Untuk mengetahui tumbuh kembang anak, orangtua perlu menjalin komunikasi yang baik terhadap anak-anaknya. Anda termasuk orangtua yang sibuk bekerja? Meskipun demikian, anda tetap bisa kok menjalin komunikasi yang baik dengan anak. Entah itu pada jam istirahat kerja, saat makan malam di rumah, saat waktu luang di rumah, saat sarapan pagi, saat mengantarkan anak ke sekolah, atau hari libur. Sampai kapanpun komunikasi antar orangtua dengan anak tetap harus terjalin dengan baik hingga anak dewasa nanti.

Cari sekolah untuk anak? Silahkan kunjungi edumor.com untuk mencari info dan rekomendasi sekolah yang tepat!

 

7. Memenuhi segala kebutuhan anak

Gambar: economy.okezone.com

 

 

Salah satu kewajiban orangtua terhadap anak adalah memenuhi segala kebutuhannya yang terdiri dari kebutuhan sandang, pangan, papan, kebutuhan sekunder, kebutuhan primer, dan kebutuhan tersier. Kebutuhan anak yang sudah terpenuhi oleh orangtuanya berarti anak tersebut memiliki orangtua yang peduli dan perhatian terhadap segala sesuatu yang dibutuhkan oleh anak. Memenuhi kebutuhan anak bukan berarti apa yang diinginkan oleh anak harus dituruti oleh orangtua. Dalam rangka mendidik anak, jangan biasakan memanjakan mereka dengan selalu menuruti semua keinginannya. Anda bisa memilih keinginan dan kebutuhan mana yang boleh dituruti serta keinginan dan kebutuhan mana yang tidak perlu dituruti. Orangtua yang selalu memanjakan dan menuruti keinginan anak akan menciptakan seorang anak dengan kepribadian yang keras kepala dan tidak dapat hidup mandiri.

 

Baca juga

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *