Haruskah Orangtua Mengistimewakan Anaknya? Nah, Ini Dia Penjelasannya!

Di mata semua orangtua anak merupakan sesuatu yang istimewa. Tidak ada yang bisa memberikan kebahagiaan di dalam keluarga kalau bukan kehadiran seorang anak. Sudah selayaknya kita sebagai orangtua harus mengistimewakan anak. Perlu loh mengistimewakan anak! Mengapa? Simak penjelasannya berikut ini!

 

1. Kehidupan manusia dimulai sejak di dalam kandungan

Gambar: www.solusisehatku.com

 

 

Kehidupan seorang manusia sudah ada sejak ia ada di dalam kandungan ibunya sampai ia lahir ke dunia. Anak merupakan sebuah hadiah pemberian Tuhan yang paling indah dari segala-galanya. Untuk itu, ketika anda sudah diberikan keturunan tentunya anda sudah diberikan kehendak oleh Tuhan untuk menjaga, melindungi, mendidik, mengurus, dan bertanggung jawab atas titipannya. Peran calon orangtua bagi si anak sebelum ia lahir ke dunia adalah memberikan asupan nutrisi yang sehat bagi anak, menyiapkan dana pendidikannya, menyiapkan segala kebutuhannya, serta memberikan ia cinta dan kasih sayang yang penuh. Selagi anda masih diberikan kesempatan untuk memiliki seorang anak, cintailah dan istimewakan mereka sebagaimana mestinya.

 

2. Kecerdasaan seseorang ditentukan sejak masa kecil

Gambar: psikologan.blogspot.co.id

 

 

Awal pembentukan kecerdasan anak dimulai dari orangtuanya terlebih dahulu, baru kemudian dari orang-orang sekitarnya. Pembentukan kecerdasan seseorang ditentukan sejak kecil. Dapat ditentukan dari bagaimana cara si orangtua mendidik si anak, mendidik dengan cara yang tepat ataukah malah mendidik dengan cara yang salah. Mendidik dalam membangun kecerdasan anak tidak hanya berdasarkan perbuatan saja tapi melainkan berdasarkan perkataan. Baik buruknya perbuatan dan perkataan orangtua terhadap si anak pasti akan dicontoh oleh mereka. Seperti kata pepatah “buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya”. Untuk membentuk kecerdasan anak, setiap orangtua diharapkan untuk mengenal dan mengetahui tahap-tahap perkembangan anak sejak usia dini. Selain pentingnya pendidikan anak di sebuah keluarga, orangtua memiliki kewajiban untuk memberikan pendidikan yang layak untuk anak berupa pendidikan formal maupun non formal yang sesuai dengan kebutuhan anak. Pendidikan formal maupun non formal merupakan hak anak yang wajib dipenuhi oleh orangtua. Namun sebenarnya, kecerdasan anak bisa dibentuk sejak ia berada di dalam kandungan ibunya.

 

3. Anak belum memiliki fisik dan mental yang kuat

Gambar: www.onedokter.com

 

 

Fisik dan mental anak itu berbeda-beda, ada yang sudah kuat dan ada yang belum. Mengistimewakan anak diperlukan agar anak mampu mengembangkan fisik dan mentalnya menjadi lebih kuat. Misalnya, anak anda ini tipe anak yang cengeng. Bagaimanapun juga anda harus memiliki strategi yang efektif agar mereka bisa menjadi anak yang kuat secara fisik maupun mentalnya. Apalagi yang namanya anak kecil, fisik dan mentalnya masih terbilang sangat lemah. Dibutuhkan perhatian dan bimbingan yang ekstra untuk menanamkan fisik dan mental yang kuat bagi anak. Mampu meningkatkan kepercayaan diri anak juga termasuk bentuk meningkatkan kemampuan fisik dan mental anak.

Baca juga: 7 Perilaku yang Patut dilakukan Orangtua dalam Mendidik Anak

 

4. Tekanan dan stress pada anak dapat mempengaruhi kemampuan belajarnya

Gambar: semuacarasehat.blogspot.co.id

 

 

Belajar merupakan sebuah proses untuk mencapai kesuksesan di masa yang akan datang. Anda ingin memiliki anak yang sukses dan berprestasi bukan? Salah mendidik anak dapat menimbulkan tekanan dan stress terhadap mereka. Adanya tekanan dan stress pada anak dapat mempengaruhi kemampuan belajarnya loh! Bagaimanapun cara anda dalam mendidik anak, jangan sekali-kali membuat anak tertekan dan stress. Berikan mereka kasih sayang dan perhatian yang selayaknya. Karena anak masih dalam tahap belajar, jadi orangtua jangan terlalu banyak dan terlalu sering mengajarkan anak. Biarkanlah mereka belajar dengan sendirinya serta biarkan mereka untuk memilih secara mandiri. Tekanan dan stress pada anak biasanya timbul karena ada suatu permasalahan yang menyebabkan hati dan pikirannya terluka. Ketika seseorang yang mengalami tekanan dan stress, ia tidak mampu melakukan segala sesuatunya dengan maksimal. Begitu juga ketika anak sedang dalam tahap belajar.

 

5. Pemberian dukungan pada anak dapat menjadikan anak yang sukses dan bahagia di masa depannya

Gambar: taqorrub.com

 

 

Dukungan merupakan salah satu bentuk kasih sayang dan perhatian orangtua terhadap anak-anaknya. Pemberian dukungan sangatlah diperlukan agar si anak memiliki motivasi dan semangat untuk menjalani keseharian. Apapun yang diinginkan anak sebaiknya dipenuhi asalkan hal tersebut adalah hal yang positif. Memberi dukungan bisa dalam bentuk nasehat, kata-kata motivasi, pemberian hadiah berkat pencapaiannya, dll. Jika orangtua sudah terbiasa untuk memberikan dukungan terhadap semua hal positif yang diinginkan anak, maka di masa depannya nanti mereka akan menjadi anak yang sukses dan bahagia.

Cari sekolah untuk anak? Silahkan kunjungi edumor.com!

 

6. Anak yang bahagia dapat berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, negara, dan dunia

Gambar: www.buahatiku.com

 

 

Kebahagiaan anak merupakan haknya. Semua anak memiliki hak untuk hidup bahagia. Kebahagiaan yang sesungguhnya berasal dari lingkungan keluarganya. Jika ia tinggal di dalam keluarga yang bahagia tentunya ia akan memiliki kehidupan yang bahagia. Hidup anak yang bahagia itu timbul karena hubungan orangtua dengan anak yang baik, keluarga tersebut merupakan keluarga yang harmonis, orangtua selalu punya waktu untuk si anak sehingga ia tidak pernah merasa kekurangan kasih sayang orangtuanya, dapat merasakan cinta dan kasih sayang orangtua yang sesungguhnya, dll. Sebagai orangtua, tidak sepatutnya kita merusak kebahagiaan anak. Cara menjadikan anak yang bahagia yaitu dengan selalu punya waktu untuk anak, bisa menjadi pendengar yang baik bagi anak, sabar dalam mendidik anak, dll. Anak yang bahagia berarti ia didik oleh orangtua dengan cara yang tepat dan penuh dengan kasih sayang serta anak yang bahagia dapat menjadi kontribusi bagi keluarga, masyarakat, negara, dan dunia.

Sumber: http://ain.nakita.id/anakistimewa/

Baca juga

Share this!