7 Perilaku yang Patut dilakukan Orangtua dalam Mendidik Anak

Mendidik anak dengan cara yang tepat dapat membentuk kepribadian anak yang baik serta sesuai dengan harapan orangtua. Justru, jika orangtua mendidik anak dengan cara yang salah dapat berakibat fatal bagi perilaku, mental, dan emosi anak. Tentunya, setiap orangtua memiliki cara sendiri untuk mendidik anak. Bagaimana sih perilaku yang semestinya dilakukan oleh para orangtua dalam mendidik anak-anak mereka? Berikut penjelasannya!

 

1. Tegas bukan galak

Gambar: zonapsiko.wordpress.com

 

 

Orangtua galak yang suka marah-marah dan terlalu keras dalam mendidik anak adalah hal yang wajar. Tapi, apa mesti mendidik anak dengan cara yang seperti itu? Jawabannya tidak harus seperti itu. Sikap orangtua dalam mendidik anak yang tepat adalah menjadi orangtua yang tegas bukan menjadi orangtua yang galak. Marah-marah dan mendidik anak dengan sekeras apapun tidak akan menjadikan anak sebagai anak yang patuh, disiplin, bertanggung jawab, tidak keras kepala, tidak manja, dll. Sewaktu anak menimbulkan sikap keras kepalanya, manja, nakal, susah diatur, dll anda bisa memberikan nasehat dan perintah yang halus tapi tegas. Bentuk-bentuk ancaman dan kekerasan ketika mendidik anak juga bukan sikap yang mesti dilakukan oleh para orangtua terhadap anak. Marah pada anak boleh saja tapi tidak berlebihan.

 

2. Orangtua harus bersabar dalam mendidik anak

Gambar: www.sumber.com

 

 

Semua orangtua ditakdirkan untuk mendidik dan mengurus anak dengan baik. Capek dan susah payah mendidik dan mengurus anak dirasakan oleh semua orangtua. Saat sudah memiliki anak, kesabaran kita sebagai orangtua turut diuji. Bagaimana cara orangtua mendidik dan mengurus anak belum tentu dipatuhi oleh mereka. Sabar merupakan kunci utama orangtua menghadapi berbagai tantangan dalam mendidik dan mengurus anak. Sabar dalam bentuk tindakan, perilaku, maupun perkataan kita sebagai orangtua terhadap si anak.

 

3. Pemberian dukungan terhadap anak sangatlah penting

Gambar: nakita.grid.id

 

 

Dalam proses mendidik anak, orangtua juga memiliki peran sebagai pendukung anak. Dukungan orangtua terhadap anak diperlukan agar anak memiliki motivasi serta semangat untuk menggapai cita-citanya. Menuruti kemauan anak memang perlu, akan tetapi tidak semua keinginannya harus benar-benar dituruti.  Lihat terlebih dahulu apakah yang diinginkan anak itu bermanfaat dan positif ataukah keinginan anak bukan hal yang bermanfaat dan negatif. Hal yang bermanfaat dan positif itulah yang harus dituruti dan didukung oleh orangtua. Pemberian reward kepada anak juga termasuk salah satu dukungan orangtua terhadap anak.

 

4. Dapat menjadi pendengar yang baik bagi anak

Gambar: www.dalecarnegie.co.id

 

 

Tidak hanya teman yang bisa menjadi tempat mengadu bagi anak, tapi orangtua merupakan orang pertama tempat mengadu si anak. Kalau teman tidak bisa dijadikan tempat mengadu, yahh siapa lagi yang bisa menjadi tempat mengadu bagi dia kalau bukan orangtuanya. Mampukan diri anda untuk menjadi pendengar yang baik bagi si anak. Dengarkan keluh kesahnya, dengarkan ceritanya, dan dengarkan pula apa yang mereka inginkan dari anda. Menjadi pendengar yang baik bagi anak dapat terjalinnya hubungan yang baik pula antara anak dengan orangtua. Intinya sih, orangtua harus bisa menjadi tempat curhat dan berkomunikasi bagi anak.

Baca juga: 6 Pilihan Situs atau Web yang Aman Bagi Anak

 

5. Jangan selalu mengajari anak

Gambar: www.finansialku.com

 

 

Proses belajar anak perlu dilakukan secara bertahap. Ketika anak sedang melalui proses belajar,  jangan terlalu mengajarkan, memerintahkan, dan apalagi terlalu memaksakan anak untuk selalu belajar yang sesuai dengan aturan dan harapan anda. Tidak seharusnya apa yang anda perintahkan dan ajarkan pada anak semuanya harus diturutin oleh mereka. Biarkan anak belajar dengan sendirinya walaupun tidak ada yang pernah mengajarinya. Baik buruknya teladan orangtua pasti menjadi sumber bagi anak untuk belajar dan dicontoh. Justru, orangtua sudah selayaknya untuk mengarahkan bukan selalu mengajari mereka.

 

6. Jadilah pengingat yang baik bagi anak

Gambar: sayangianak.com

 

 

Nasehat merupakan bentuk pengingat orangtua bagi si anak. Demi kelangsungan hidup anak, otomatis orangtua harus bisa menjadi pengingat yang baik bagi anak. Tidak hanya nasehat saja yang bisa menjadi bukti pengingat yang baik bagi anak. Pengingat orangtua kepada anak contohnya; si anak lupa kalau sehabis main, mainannya harus dirapikan kembali. Lalu, si orangtua mengingatkan anaknya untuk merapikan kembali mainannya. Waspadalah, ketika si anak menjadi pelupa secara terus menerus. Anak yang sering lupa menandakan bahwa ia mengalami penurunan IQ.

Cari sekolah untuk anak? Silahkan kunjungi edumor.com!

 

7. Pancing ketertarikan anak

Gambar: www.sinarharapan.co

 

 

Ketertarikan anak terhadap suatu hal merupakan hal yang mesti dipahami oleh orangtua. Kenali, ketahui, dan pahami apa yang anak sukai. Pancing ketertarikan anak dengan memberikan kegiatan positif yang sesuai dengan apa yang mereka sukai. Misalnya, si anak suka dan tertarik dengan masak-masak. Agar ketertarikan tersebut semakin berkembang, anda bisa memancingnya dengan mengajarkan anak memasak di dapur bersama anda.

 

Baca juga

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *