Berikut Cara Membantu Anak Menangani Berbagai Tekanan / Pengaruh dari Teman Sebayanya!

Tekanan atau pengaruh teman sebaya pada anak dapat berdampak positif dan negatif. Itu tergantung jenis pengaruhnya lebih ke arah positif atau malah ke arah negatif. Orangtua harus berpartisipasi membantu anak menangani tekanan atau pengaruh yang berasal dari teman sebayanya.  Berikut cara membantu anak untuk menangani berbagai tekanan / pengaruh dari teman sebayanya!

 

1. Tingkatkan kepercayaan dirinya

Gambar: www.lamperan.net

 

 

Anak yang tidak memiliki kepercayaan diri akan semakin mudah menjadi mangsa untuk dipengaruhi oleh teman sebayanya. Kepercayaan diri anak bisa dibentuk oleh orangtua. Caranya itu mengajarkan anak untuk fokus menjalin suatu hubungan yang bermanfaat dan saling menjaga hubungan baik dengan sesamanya, mengajarkan untuk mampu menyelesaikan masalahnya sendiri, mengajarkan untuk menjadi pribadi yang unik, dll. Ketika kepercayaan diri anak sudah terbentuk, maka mereka mampu menghadapi berbagai tantangan yang ada secara mandiri.

 

2. Kenali lebih lanjut siapa temannya

Gambar: www.jitunews.com

 

 

Berteman boleh sama siapa saja tapi dalam berteman harus pintar-pintar memilih mana teman yang benar-benar baik, mana teman yang tidak baik. Tidak hanya anak saja yang harus bisa memilih mana teman yang layak untuk dijadikan teman dan mana teman yang tidak layak untuk dijadikan teman, orangtua juga harus bisa mengenal teman sebaya anaknya. Mengenal karakter teman si anak bisa dilakukan dengan memberikan pengawasan saat si anak sedang bermain dengan teman-temannya atau  mengajak teman si anak bermain di rumah. Dari situ anda bisa tahu karakter setiap teman anak anda.

Baca juga: 7 Daftar Sekolah Swasta Terbaik di Jakarta Jenjang SMP

 

3. Mengikutsertakan anak dalam kegiatan positif untuk bertemu dengan orang-orang yang positif

Gambar: www.mendetail.com

 

 

Bergaul di lingkungan positif pasti berjumpa dengan orang-orang yang positif. Salah satu alternatifnya adalah mengikutsertakan si anak dalam kegiatan positif seperti komunitas, kegiatan karakter building, camping, retret (perkumpulan kegiatan rohani kristen), dll. Sebelum mengikut sertakan mereka dalam kegiatan positif, tanyakan pada si anak terlebih dahulu kegiatan positif apakah / manakah yang ingin diikuti. Jangan memaksa harus ikut ini, harus ikut itu. Berikan mereka kebebasan untuk memilih. Mengikut sertakan anak ke dalam kegiatan positif bertujuan agar mereka menjadi pribadi yang lebih baik, mempunyai pikiran yang maju, memiliki koneksi yang baik,serta mampu menangani masalahnya dengan mandiri.

 

4. Dengarkan mereka

Gambar: www.futuready.com

 

 

Sebagai anak tidak semua yang diperintahkan oleh orangtua harus dipatuhi oleh anak. Memang orangtua memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mendidik, mengurus, membina, dan mendampingi anak-anak mereka, tapi mereka menginginkan suatu hal dari anda yaitu kebebasan dan mengerti dia sebagai anak. Biarkanlah si anak bebas dalam melakukan sesuatu serta bebas memilih asalkan hal tersebut masih dalam batas wajar. Semakin anak dikekang semakin terluka hatinya. Anak itu bukan robot pekerja yang terus menerus diperintahkan oleh orangtua dan kemauan anda harus diturutin. Mungkin mereka memiliki beberapa alasan mengapa mereka melakukan hal tersebut. Dengarkan dulu keluh kesahnya, dengarkan pula apa yang mereka inginkan dan butuhkan bukan malah terus menerus mengajari dan memerintahkan apa yang anda inginkan. Berikan sedikit saja waktu anda untuk mendengarkan ucapannya.

Cari sekolah untuk anak? Silahkan kunjungi edumor.com!

 

5. Mengajarkan pada anak untuk selalu mengatakan tidak terhadap tekanan teman sebayanya

Gambar: www.parenting.co.id

 

 

Cara halus untuk menanggapi penekanan dari teman sebaya adalah dengan selalu mengatakan tidak. Seperti ini bisa anda ajarkan pada mereka jika temannya suka memaksa. Misalnya, si teman anak mengajak anak anda untuk pergi jauh padahal waktunya sudah malam hari. Setidaknya anak anda sudah tahu kalau sudah malam tidak boleh pergi kemana-mana. Dengan rasa percaya diri pada anak, mereka pun berani untuk menolak ajakan temannya. Meskipun mereka terus dipaksa oleh teman-temannya, mereka tetap terus menolak.

Selain keluarga dan orangtua yang dapat mempengaruhi baik buruknya prilaku anak, teman-teman sebaya mereka juga bisa menjadi faktor terbentuknya prilaku anak, baik melalui pengaruh buruk ataupun pengaruh baik. Perhatian dan pendidikan anak yang tepat dapat menghindari anak dari pengaruh buruk teman-teman sebayanya.

 

Baca juga

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *