Inilah Tips Agar Anak Jadi Rajin Belajar

Banyak orangtua yang seringkali mengeluhkan bahwa anaknya sulit  sekali untuk belajar. Seribu alasan pun dijadikan sang anak untuk mengelak dari kegiatan yang satu ini. padahal, belajar adalah satu kegiatan terpenting. Sebab, dengan belajar sang anak dapat mengasah kemampuan otaknya. terlebih pada saat masa pertumbuhan, biasanya anak akan lebih mudah mempelajari berbagai macam hal dibandingkan saat ia beranjak dewasa. Untuk para orangtua yang mungkin  mengalami masalah tersebut,  jangan khawatir dulu. Sebab, kali ini edumor akan memberikan tips untuk membantu  anak agar jadi rajin belajar. Apa sajakah itu? berikut adalah tips agar anak jadi rajin belajar.

 

 

1. Tumbuhkan suasana dan lingkungan belajar di rumah

Gambar : edifier1.wordpress.com

 

 

Pepatah selalu mengatakan bahwa buah yang jatuh, tidak akan jauh dari pohonnya. hal itu mungkin memang benar adanya. Sebab, jika ditelisik lebih jauh lagi, lingkungan pendidikan pertama bagi seorang anak adalah keluarga dan orangtua sebagai gurunya. Oleh sebab itu, tak menutup kemungkinan bahwa secara alamiah seorang anak akan mencontoh dan mengikuti tingkah laku dan gerak-gerik dari orangtuanya. Itulah mengapa sangat penting bagi orangtua untuk bisa membangun suasana dan lingkungan belajar di rumah. Sebab, dengan begitu anak pun akan terbiasa dengan kegiatan yang satu itu. Terlebih ketika ia melihat kedua orangtuanya juga melakukan hal yang sama. Seperti saat orangtua ingin anaknya rajin membaca, maka mereka harus memberikan contoh serupa seperti yang mereka inginkan. Dengan begitu, sang anak akan merasa bahwa membaca adalah kegiatan yang harus dan biasa dilakukan setiap harinya.

 

2. Kenali tipe belajar anak

Gambar : www.parents.com

 

 

Setiap anak sebenarnya memiliki kemampuan metode belajar yang berbeda. Oleh sebab itu, sangat penting bagi orangtua mengetahui metode atau tipe belajar seperti apakah yang dimiliki seorang anak. Tipe belajar manusia atau lebih tepatnya tipe manusia dalam mempelajari suatuh hal  pun sebenarnya dibagi menjadi 3 tipe. Yaitu tipe visual, yakni orang yang belajar dengan mengandalkan kemampuan matanya dalam merekam gambar, tulisan dan sejenisnya ke dalam memori otaknya. tipe kedua adalah tipe Audio, yakni orang yang belajar dengan mengandalkan kemampuan telinganya untuk merekam suara atau nada-nada ke dalam otaknya. Serta tipe yang terakhir adalah tipe Kinestetik, yakni orang yang belajar dengan mengandalkan gerak, emosi, dan sentuhan agar dapat merekam informasi ke dalam otaknya. jika orangtua telah mengetahui seperti apakah tipe belajar anaknya dan membantu anaknya dalam mengaplikasikan setiap materi belajar dengan menggunakan metode yang sesuai dengan kemampuan atau cara belajar anaknya. Itu akan menjadi hal yang sangat membantu anak dalam belajar.

Cari sekolah untuk anak? Silahkan kunjungi edumor.com!

 

 3. Buat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan

Gambar : jadhomes.com

 

 

Mungkin salah satu faktor yang membuat banyak anak malas untuk melakukan kegiatan belajar  adalah karena cara belajar yang terlihat kaku dan monoton. Peran dan kreativitas dari orangtua sangat diperlukan untuk menangani hal seperti ini. buatlah sebuah lingkungan belajar yang terlihat menyenangkan untuk anak, bisa dengan mendekorasi ruang belajar dengan hal yang disukai sang anak. Atau bantulah anak dalam belajar dengan membuat suasana belajar yang lebih interaktif seperti, menejelaskan sebuah materi kepada anak menggunakan sebuah gambar dan cerita untuk anak dengan tipe belajar visual, mengubah materi belajar menjadi lirik-lirik lagu yang menyenangkan untuk anak dengan tipe belajar audio, dan contohkan sebuah gerakan atau bermain dengan anak membuat sebuah gerakan yang sebenarnya adalah materi belajar yang tentu saja ditujukan untuk para anak dengan tipe belajar kinestetik.

 

4. Suguhkan makanan ringan dan temani anak belajar

Gambar : psikologiunik.info

 

Ketika anak sedang belajar, biasanya seluruh tubuhnya tengah bekerja lebih keras dan biasanya saraf-sarafnya akan lebih tegang dibandingkan saat ia beraktifitas dengan kegiatan yang lain. Oleh sebab itu tidak ada salahnya untuk para orangtua memberikan suguhan makanan ringan untuk anak yang tengah belajar agar ia merasa lebih rileks. terlebih, sangat dianjurkan bagi para orangtua untuk memberikan suguhan makanan yang dapat membantu sang anak berkonsentrasi dalam belajar dan makanan yang bergizi untuk tumbuh kembangnya. Selain makanan, tidak ada salahnya untuk para orangtua meluangkan waktunya untuk menemaani sang anak agar anak menjadi lebih merasa nyaman ketika belajar.

 

5. Berikan reward/penghargaan atas pecapaian yang telah diraih sang anak

Gambar : gosharedata18.blogspot.co.id

Siapa yang tidak senang ketika hal yang dilakukannya dapat diapresiasi oleh orang lain? hal itu pun yang pasti dirasakan oleh anak. Mendapat apresiasi dari orangtuanya atas pencapaia yang telah dilakukannya adalah impian sederhana dari seorang anak. Tidak perlu hal yang berlebihan, cukup mengatakan bahwa ia adalah anak yang pintar dan hebat karena telah berhasil mengerjakan PR dengan baik dapat dilakukan sebagai wujud apresiasi atau penghargaan  orangtua kepada anak. Selain itu, sesekali memberikan atau menjanjikan sebuah hadiah kecil atas pencapaian sang anak yang lain dengan tingkat lebih luas lagi pun dapat dilakukan. Seperti saat anak juara kelas karena telah berusaha keras belajar dan lain-lain.

Itulah beberapa tips yang bisa dilakukan orangtua untuk membantu anak menjadi lebih rajin belajar. Setiap anak memiliki tingkat kecerdasan berbeda pada masing-masing bidang, oleh sebab itu jangan biarkan anak merasa tertekan atas tuntutan-tuntutan orangtua. Biarkan mereka mengeksplorasi dan mengembangkan dirinya dengan baik sesuai dengan kemampuan dan kelebihan yang dimilikinya.

 

Baca juga

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *