5 Cara yang Paling Tepat dalam Menanggapi Nilai Pelajaran Anak yang Jelek

Anak anda mendapatkan nilai pelajaran yang jelek? Jangan langsung gegabah ya! Nilai pelajaran anak yang jelek bukanlah akhir dari segalanya. Toh nilai tersebut hanyalah semata-mata angka. Yang terpenting ilmu yang diperoleh si anak bukan nilai pelajaran yang diperoleh si anak. Bagi anda orangtua yang merasa takut menghadapi anak yang mendapatkan nilai pelajaran yang jelek masih ada solusinya kok. Kira-kira apa yah solusinya? Hemmm, coba baca solusi di bawah ini!

1. Jangan memarahi anak

Gambar: www.portalpalapa.com

 

 

Memang semua orangtua menginginkan agar anaknya mampu memperoleh nilai pelajaran yang bagus. Tapi, apalah daya jika pada kenyataannya si anak tidak bisa mewujud keinginan anda tersebut. Tentunya anda kecewa bukan? Dari kekecewan tersebut anda pun melontarkan kekecewaan dengan memarahi anak sambil membentak-bentaknya dan berujung dengan mengeluarkan kata-kata kasar atau bahkan melakukan kekerasan pada si anak. Menghadapi dan menanggapi anak yang mendapatkan nilai pelajaran jelek tidak perlu dengan memarahinya. Tanggapan yang perlu anda lakukan adalah memberinya nasehat untuk lebih giat belajar lagi, memberinya semangat, dan memberikan dorongan motivasi untuk terus belajar. Tindakan memarahi anak bisa berakibat hati anak menjadi terluka. Ia merasa disalahkan oleh orangtuanya. Tekanan batin juga akan dirasakan oleh si anak. Memberikan hukuman pada anak bisa anda lakukan asalkan hukuman tersebut merupakan hukuman yang mendidik. Pemberian hukuman yang mendidik bisa seperti melarangnya  menonton Tv, menyita gadgetnya, dll.

 

2. Cari tahu apa penyebabnya

Gambar: junianton.com

 

 

Bagaimana pun juga anak yang mendapatkan nilai jelek bukan sepenuhnya ke salahan si anak dan jangan sampai berpendapat bahwa ia mendapatkan nilai jelek karena ia bodoh. Bisa saja ia mendapatkan nilai jelek karena kesalahan gurunya dalam menerangkan materi pembelajaran, pelajaran tersebut memang sulit bagi si anak, dan si anak mempunyai masalah dalam belajar seperti sulit berkonsentrasi. Anda patut curiga mengapa si anak kok dapat nilai jelek. Sebelum bertindak, cari tahu terlebih dahulu apa sih yang menyebabkan si anak mendapatkan nilai pelajaran yang jelek. Kerap kali banyak orangtua yang tanpa tahu apa penyebabnya langsung memarahi si anak dan terburu-buru menjatuhkan hukuman. Mencari tahu penyebab mengapa si anak mendapatkan nilai jelek bisa dimulai dengan menanyakan terlebih dahulu pada si anak. Kemudian, komunikasikan permasalahan tersebut dengan guru si anak. Baru setelah itu cari solusinya bersama-sama. Tidak hanya komunikasi orangtua dengan anak yang dibutuhkan melainkan komunikasi orangtua dengan guru juga sangat dibutuhkan.

Baca juga: 8 Kepintaran Anak yang Perlu diketahui oleh Setiap Orangtua

 

3. Jangan terburu-buru memberikan bimbel atau les untuk anak tapi dampingi anak mempelajari mata pelajaran yang sulit

Gambar: gr.depositphotos.com

 

 

Salah satu penyebab nilai pelajaran anak jelek adalah sulitnya mata pelajaran tersebut. Tidak bisa dipungkiri bahwa mata pelajaran yang sulit dapat menyebabkan nilai yang jelek. Langsung memberikan bimbel atau les pada anak dipikir-pikirkan dulu aja. Bimbel atau les belum tentu memajukan hasil belajar anak karena ada tipe anak yang bisa belajar kalau ikut bimbel atau les dan ada juga anak yang tidak bisa belajar dengan ikut bimbel atau les. Yang paling tepat adalah memberikan pendampingan saat si anak sedang belajar daripada menyuruh anak untuk ikut bimbel atau les. Dampingilah anak dengan penuh teliti, kasih sayang, dan kesabaran. Fokuskan terlebih dahulu mata pelajaran anak yang sulit. Berikan latihan soal dengan membuat soal sendiri untuk anak dan pecahkan soal tersebut bersama-sama ketika anak mengalami kesulitan. Tak hanya mata pelajaran yang sulit saja yang perlu diberikan pendampingan belajar tapi mata pelajaran yang mudah sekalipun tetap harus diberikan pendampingan agar nilai dari mata pelajaran tersebut tetap bertahan dan meningkat.

 

4. Jangan memaksa anak untuk mempelajari hal yang tidak ia sukai

Gambar: yukimantowi.blogspot.co.id

 

 

Belajar itu ada batasannya loh! Memaksakan anak untuk mempelajari hal yang tidak ia sukai bukanlah hal yang semestinya dilakukan. Mereka memiliki kebebasan tersendiri dalam mempelajari suatu hal termasuk pelajaran di sekolah. Memaksa anak berarti anda termasuk orangtua yang egois sama anak. Memang belajar adalah keutamaan yang wajib dilakukan anak sebagai seorang pelajar, tapi tidak seharusnya memaksa anak untuk terus belajar. Bebaskanlah saja mereka ingin belajar apa yang mereka sukai. Pelan tapi pasti mereka juga akan terbiasa untuk terus belajar. Apa yang tidak mereka sukai untuk dipelajari lama kelamaan akan mereka sukai untuk dipelajari. Buat para orangtua, semuanya itu butuh proses. Gak mungkin dong hari ini belajar, dengan sekejap langsung bisa. Pemaksaan pada anak dapat menyebabkan stress, hati anak menjadi terluka, belajar dengan rasa terpaksa bukan karena minat,dll. Dan pada akhirnya, bukannya nilai anak menjadi bagus malah semakin jelek.

Cari sekolah untuk anak? Silahkan kunjungi edumor.com!

 

5. Tingkatkan tanggung jawab dan kedisiplinan belajar pada anak

Gambar: www.kompasiana.com

 

 

Bisa juga sih nilai pelajaran anak jelek karena kurangnya pengajaran tanggung jawab dan kedisiplinan belajar pada anak. Mengajarkan tanggung jawab dan kedisiplinan belajar pada anak adalah hal yang lumrah untuk dilakukan oleh semua orangtua kepada anak-anaknya. Apakah mungkin selama ini tanggung jawab dan kedisiplinan belajar anak anda rendah? Yaps, belajar itu gak bisa cuman sekali doang tapi harus berkali-kali dengan cara rajin belajar. Orangtua yang terlalu santai memungkinkan si anak belajar hanya pada saat mau ada ulangan saja tapi bukan setiap hari. Mengajarkan tanggung jawab dan kedisiplinan belajar pada anak bisa dilakukan dengan menerapkan pada anak harus belajar terlebih dahulu baru boleh bermain. Perlu diketahui pengajaran akan tanggung jawab dan kedisiplinan belajar pada anak harus diterapkan secara konsisten. Jangan hari ini dilakukan, ehh tiba-tiba besok gak diterapkan kembali. Ingat, harus konsisten!

 

Baca juga

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *