Perlunya Mengenal Ciri-ciri Anak yang Menjadi Korban Bully

Bullying merupakan sebuah tindakan kekerasan yang dilakukan oleh seseorang terhadap orang-orang yang ada di sekitar. Hal tersebut dapat terjadi karena si pelaku bully tidak suka terhadap si korban bully. Kini tindakan bully meraja rela di lingkungan pelajar dan mahasiswa. Namun, yang banyak menjadi korban bully adalah anak usia sekolah. Memang tindakan bully terjadi karena kurangnya pengawasan dari pihak pendidikan, tidak ada tindakan tegas dalam mengatasi tindakan tersebut, dll. Bagi orangtua tentunya sangatlah khawatir jika si anak menjadi korban bully di lingkungan sekitarnya karena mereka tidak sepenuhnya mengawasi dan melindungi si anak, dimanapun dan kapanpun si anak berada. Tapi anda masih bisa mengenali ciri-ciri anak yang menjadi korban bully kok. Bagaimana  ciri-cirinya? Simak disini!

 

1. Menurunnya semangat sekolah

Gambar: www.sekolah123.com

 

 

Aktivitas pembullyan menyebabkan anak mengalami gangguan kejiwaan, gangguan mental, dan gangguan emosional. Akibat gangguan tersebut si anak akan merasa ketakutan terhadap sesuatu yang ada di sekitarnya. Ia merasa kejadian pembullyan tersebut terus menggentayangi hari-harinya sehingga ketika waktunya si anak untuk berangkat ke sekolah, ia merasa takut dan memutuskan untuk tidak masuk sekolah. Prestasi terhadap si anak juga mulai menurun. Jika anak anda mengalami peristiwa seperti ini, anda patut curiga. Pasti anda merasakan sebuah keanehan kok akhir-akhir ini si anak gak mau masuk ke sekolah dan nilai pelajarannya di sekolah mulai menurun. Kecurigaan tersebut bisa anda tanyakan pada si anak mengapa dia seperti itu. Tapi jikalau si anak tidak mau menceritakannya pada anda, salah satu jalan pintasnya adalah komunikasikanlah kejadian tersebut kepada pihak sekolah khususnya guru atau wali kelas si anak. Cari tahu apa yang terjadi pada anak anda selama di sekolah.

 

2. Menjadi anak yang pasif secara tiba-tiba

Gambar: psikologan.blogspot.co.id

 

 

Anak yang aktif dan ceria menimbulkan kebanggaan tersedia bagi setiap orangtua. Setiap orangtua pasti berkeinginan memiliki anak-anak yang aktif dan ceria. Tanda-tanda anak yang menjadi korban bully bisa dilihat dari keaktifan dan kecerian si anak. Anak yang kesehariannya aktif dan ceria menandakan bahwa ia tidak memiliki persoalan hidup. Tapi melainkan anak yang tadinya aktif dan ceria kemudian berubah menjadi pasif secara tiba-tiba menandakan bahwa anak tersebut sedang dalam masalah. Anak yang menjadi korban pembullyan baik tindakan bully secara fisik, bully secara emosi, ataupun bully melalui sosial media cenderung menjadi anak yang pasif secara tiba-tiba. Pasif yang dikatakan disini adalah si anak akhir-akhir ini kerjaannya murung terus, tidak mau bergaul dengan orang-orang di sekitarnya, dan sedih secara tiba-tiba tanpa ada sebabnya. Ia lebih memilih untuk menyembunyikan apa yang sedang ia alami ketimbang menceritakannya.

Baca juga: Bahaya Loh Penggunaan Gadget pada Anak! Ini Tips Mencegah Kecanduan Gadget pada Anak!

 

3. Tidak percaya diri

Gambar: panduanpolaasuhanak.blogspot.co.id

 

 

 

Pelaku tindakan bullying tidak hanya dilakukan oleh teman-temannya di sekolah, tapi pelaku tindakan bullying bisa saja seperti teman sepermainan di luar lingkungan sekolah si anak atau orang-orang di sekitarnya. Pembullyan menyebabkan hilangnya harga diri seseorang. Misalnya, pada faktanya si anak memiliki badan yang gemuk dibandingkan oleh teman-temannya. Karena badan yang gemuk itulah yang menjadikan alasan si anak dibully. Harga diri si anak menurun secara drastis dan ia mulai tidak percaya diri lagi terhadap kekurangan yang ia miliki akibat kekurangannya dihina oleh orang-orang di sekitar. Menciptakan kepercayaan diri anak bisa anda ajarkan dengan tidak usah malu dengan kekurangan yang ia miliki karena setiap manusia memiliki kekurangan. Jika dia dibully karena kekurangannya, ajarkan pula untuk tidak pernah mendengarkan ejekan tersebut, tidak perlu balas dendam.

 

4. Ada luka di bagian tubuh si anak

Gambar: kenpramono.blogspot.co.id

 

 

Jika si anak menjadi korban pelaku bully secara fisik pasti si anak akan memiliki luka di bagian tubuhnya. Seketika luka tersebut menyebabkan si anak merasa kesakitan. Luka tersebut bukanlah luka biasa seperti orang yang habis jatuh. Namun, luka yang ditimbulkan karena bully berupa luka merah dan memar seperti habis dicubit, dicakar, dipukul, ditonjok, dan ditendang. Tindakan bully secara fisik ini telah masuk ke dalam tindakan kekerasan secara fisik loh! Kekerasan fisik bisa dikenakan undang-undang pelanggaran HAM. Korban dan pelaku bully anak di bawah umur akan direhabilitas

Cari sekolah yang tepat untuk anak? Silahkan temukan di edumor.com!

 

5. Sering mengalami mimpi buruk

Gambar: kenpramono.blogspot.co.id

 

 

Adakah hubungannya tindakan pembullyan dengan mimpi buruk? Tentunya ada karena tindakan pembullyan tersebut terus-terus menghantui kehidupan si korban sampai si korban menjadi takut. Ketakutan tersebutlah masuk ke dalam alam bawah sadar yang menimbulkan mimpi buruk. Ketika anak yang menjadi korban bully yang benar-benar sampai parah banget akan mengalami seringnya mimpi buruk. Setiap malam hari ia bangun secara tiba-tiba, seketika itu juga ia ketakutan hingga menangis.

Ketika anak anda menjadi korban bully, anda harus memberikan penanganan secara tepat dan cepat agar peristiwa bullying tersebut tidak berlanjut terus. Jadilah orangtua yang selalu peka terhadap kondisi anak, baik saat si anak dalam kondisi yang baik maupun di saat anak sedang mengalami suatu kondisi yang tidak baik!

 

Sumber: medium.com/kerjabilitas

 

Baca juga

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *