5 Solusi Menghadapi Tindakan Bully di Lingkungan Sekitarmu

Kejadian pembullyan kini semakin terjadi. Tidak hanya anak sekolahan saja namun ada juga mahasiswa yang menjadi pelaku dan korban bully. Awal terjadinya tindakan pembullyan disebabkan mungkin si pembully pernah mengalami kekerasan yang dilakukan orangtuanya ataupun sering menonton acara tv / film yang mengandung unsur-unsur kekerasan sehingga orang tersebut melakukan tindakan nyata tersebut ke orang-orang di sekitarnya. Pada dasarnya tindakan pembullyan bisa dicegah dengan sendiri. Berikut solusi yang bisa kamu lakukan dalam menghadapu tindakan pembullyan di lingkungan sekitarmu!

 

1. Diamkan dan tinggalkan si pembully, jangan membalas

Gambar: www.youthmanual.com

 

 

Tindakan membully yang dilakukan oleh orang-orang yang ada disekitar kita terjadi pasti karena ada sebabnya. Gak mungkin dong kamu tiba-tiba dibully gak ada penyebabnya. Ya gak? Nah, bisanya tipe-tipe orang yang memungkinkan mudah terkena bahan bullyan adalah culun, lemot, bodoh, kutu buku, berbadan terlalu gemuk, berkebutuhan khusus,  sok cantik / ganteng, dll. Seketika dalam kondisi terjadi sebuah kejadian pembullyan yang korbannya adalah kamu, apa yang harus kamu lakukan? Apa mesti ikut membully mereka? Jawabannya adalah tentu tidak. Balas bully ke si pembully bukanlah cara yang benar. Salah satu caranya adalah diamkan saja mereka kemudian pergi tinggalkan mereka. Mendiamkan mereka bukan dalam konteks kamu memiliki kelemahan ya! Justru ketika kamu menjadi korban bully dan kamu tidak menanggapinya, lama kelamaan mereka juga akan capek dengan sendirinya kok. Sebaliknya jika kamu membalas mereka, mereka pun akan semakin panas dan semakin membully kamu.

 

2. Jangan terlihat lemah di hadapan si pembully ketika kamu sedang dibully

Gambar: www.merdeka.com

 

 

Orang yang lemah akan semakin terus dibully. Sebaiknya jangan perlihatkan kelemahanmu di hadapan si pembully ketika kamu sedang dibully oleh mereka. Misalnya, kamu lagi dibully dengan cara diejek-ejek karena kamu terlalu gemuk. Lalu, saking bapernya kamu pun nangis di hadap mereka. Menangis itulah yang merupakan bentuk kalau kamu itu termasuk orang yang lemah. Kelemahan tersebut membuat mereka semakin bersemangat dan  menjadi-jadi untuk membully kamu. Tunjukkan kekuatan yang ada di dalam dirimu, seolah-olah kamu adalah orang yang kuat di hadapan mereka.

Baca juga: 6 Perihal yang Harus Diketahui Sebelum Masuk ke Dunia Perkuliahan

 

3. Cobalah untuk belajar bela diri

Gambar: zaudinsaad.blogspot.co.id

 

 

Kunci utama untuk menjaga diri sendiri terhadap tindakan bully bisa kamu lakukan dengan mencoba belajar bela diri. Belajar bela diri tidak hanya bertujuan menjaga diri terhadap tindakan bully tapi bisa kamu manfaatkan untuk menjaga diri sendiri dari tindakan pencurian, perampokan, pembegalan, serta penculikan. Melindungi orang-orang yang ada di sekitarmu juga bisa. Bela diri seperti taekwondo dan kawan-kawannya tidak hanya diperuntukan untuk kaum laki-laki saja, tapi kaum perempuan juga bisa belajar. Malahan banyak perempuan yang sudah mulai belajar ilmu bela diri. Ilmu bela diri yang telah kamu peroleh dari hasil belajar bisa kamu praktekkan ketika kamu dibully.

 

4. Beranikan diri untuk mengadu atau menceritakan kepada orangtuamu

Gambar: health.detik.com

 

 

Orangtuamu mempunyai hak dan kewajiban yang perlu mereka ketahuan terhadap apapun yang dilakukan dan dialami oleh anak-anaknya karena kita sebagai anak masih merupakan tanggung jawab orangtuanya. Tindakan bully merupakan tindakan kekerasan yang harus diketahui oleh orangtuamu. Kamu yang menjadi korban bully tapi orangtuamu tidak tahu maka kejadian pembullyan tersebut akan terus terjadi. Tunjukkanlah keberanianmu. Beranilah mengadu kepada orangtuamu kalau kamu menjadi korban bullyan di sekolah / kampus / lingkungan sekitarmu. Ceritakan dengan jujur kalau kamu dibully. Jelaskan alur ceritanya bagaimana kamu dibully dan mengapa kamu bisa dibully. Setelah orangtuamu tahu, mereka bisa mengambil jalan pintas dengan melaorkan ke pihak sekolah / kampus / langsung lapor ke pihak berwajib.

Cari sekolah / perguruan tinggi yang tepat di edumor.com!

 

5. Laporkan pada pihak sekolah / kampus / pihak yang berwajib

Gambar: www.cermati.com

 

 

Tidak hanya mengadu ke orangtua saja, tapi kamu harus berani mengadu ke pihak-pihak yang dapat membantumu mencegah tindakan bully seperti di laporkan kepada pihak sekolah / kampus / pihak yang berwajib. Ajak orangtuamu untuk mengadukan tindakan tersebut. Berikan bukti yang mendasari kalau kamu dibully misalnya bukti kamu dicubit, dicakar, dipukul, dll. Bukti sangatlah diperlukan agar pihak tersebut bisa percaya bahwa kamu telah menjadi korban pembullyan.

Jangan pernah takut dengan tindakan bully. Hadapilah dengan baik dan janganlah lupa untuk melaporkan ke orangtua serta kepada pihak-pihak yang memiliki hak untuk mengetahui kejadian tersebut. Semoga tidak akan ada lagi kejadian seperti ini di lingkungan sekitar kita.

 

Baca juga

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *