6 Perihal yang Harus Diketahui Sebelum Masuk ke Dunia Perkuliahan

Mendengar kata “kuliah” apa yang terlintar dipikirkanmu? Kuliah pasti gak jauh-jauh dari jenjang terakhir dalam menempuh pendidikan. Banyak orang yang beranggapan buat apa kuliah mendingan abis lulus SMA / SMK langsung kerja aja. Jangan menganggap remeh kuliah. Kuliah itu harus loh! Mengapa kita perlu kuliah? Kuliah diperlukan agar minat, bakat, kemampuan, dan pengetahuan yang kita miliki semakin berkembang dan bertambah. Maka dari itulah, kuliah sangatlah penting untuk dilakukan. Dunia perkuliahan itu tidak sama halnya dengan dunia sekolah yang pernah kita jalankan. Berikut perihal-perihal yang harus kamu ketahui sebelum masuk ke dalam dunia perkuliahan!

 

1. Pengenalan diri untuk menentukan jurusan kuliah

Gambar: rainingmengembangkanpotensidiri.blogspot.co.id

 

 

Dalam memilih dan mempertimbangkan jurusan kuliah harus dipikirkan secara matang-matang. Jangan sampai sudah memilih, ehhh di pertengahan jalan pilihanmu menjadi salah. Akibatnya diambil keputusan pindah jurusan. Sebelum memilih dan mempertimbangkan suatu jurusan yang akan kamu jalankan selama perkuliahan nanti, kenalilah dirimu terlebih dahulu. Pengenal diri  dengan mengenal minat, bakat, dan kemampuan yang kamu miliki. Kamu harus tahu dengan jelas kira-kira minatku apa sih?, bakatku apa ya? , terus kemampuanku ada dibidang apa ya? Pemilihan jurusan itu harus berdasarkan minat, bakat, dan kemampuan yang kamu miliki bukan memilih jurusan karena ikut-ikutan teman, disuruh / dipaksa orangtua, ngasal pilih, pilih jurusan itu karena gengsi, dll.

 

2. Apakah orangtua setuju atau tidak terhadap pilihanmu

Gambar: gendies.com

 

 

Jurusan dan perguruan tinggi yang kita pilih itu bisa disetujui orangtua atau malahan tidak. Setelah pengambilan keputusan memilih jurusan dan perguruan tinggi, ketahuilah apakah orangtuamu setuju atau tidak dengan pilihanmu itu. Tanyakan pada mereka “Ma / pa, aku pingin kuliah dengan jurusan ini di perguruan tinggi ini boleh gak? Karena apapun yang kamu inginkan harus ada persetujuan dan restu dari orangtua. Tanpa persetujuan dan restu orangtua, apa yang kita jalankan tidak akan berjalan dengan mulus. Orangtuamu tidak setuju? Jadi anak jangan terlalu menurut apa yang diperintahkan orangtua termasuk dalam memilih jurusan ya! Apa yang diinginkan orangtua dari anaknya tidak semuanya perlu dipenuhi oleh si anak. Coba yakinkan dan ambil hati mereka. Jelaskan alasannya mengapa kamu ingin memilih jurusan dan perguruan tinggi tersebut dan buat perjanjian terhadap orangtuamu.  Lagipula, dengarkanlah kata hatimu jangan kata orang karena yang menjalankannya adalah kamu.

 

3. Jurusan dan perguruan tinggi yang kamu pilih bukanlah jaminanmu untuk meraih kesuksesan

Gambar: indexstudents.id

 

 

Kunci utama bagi seseorang untuk meraih sebuah kesuksesan adalah kerja keras dan kemampuan yang dimiliki oleh orang tersebut dalam suatu bidang yang ia geluti. Ingatlah bahwa jurusan dan perguruan tinggi yang kamu pilih bukanlah jaminan kamu untuk meraih kesuksesan di kemudian hari! Bisa saja kamu kuliah dengan jurusan akuntansi di sebuah perguruan tinggi ternama di Indonesia atau di luar negeri. Ternyata di kemudian hari, kamu suksesnya di bidang bisnis. Berbeda terbalik bukan? Nah, makanya itu jangan terlalu memikirkan kira-kira perguruan tinggi yang bagus untuk kuliah apa. Kuliah dimana aja it’s ok kok. Yang penting memilih perguruan tinggi itu harus sesuai dengan keinginanmu (PTN / PTS) serta sesuai dengan keuangan orangtua / wali orangtua / keuanganmu. Begitu juga dalam memilih jurusan harus berdasarkan minat, bakat, dan kemampuanmu. Tujuan memilih jurusan dalam dunia perkuliahan adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan bakat kita.

Baca juga: Faktor yang Mendasari Mengapa Memilih PTN daripada PTS

 

4. Setelah lulus kuliah nanti belum tentu mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan waktu kuliah

Gambar: keita1412.wordpress.com

 

 

Percaya gak percaya setelah lulus kuliah belum tentu mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan waktu kuliah. Jangan terlalu mengharapkan bahwa kamu akan mendapat pekerjaan yang sesuai dengan jurusan waktu kuliah. Bekerja itu gak harus sesuai dengan jurusan waktu kuliah kok.  Malahan pekerjaan yang kamu dapatkan bisa berdasarkan kemampuan yang lain bukan berdasarkan jurusan waktu kuliah. Terlalu milih-milih bidang pekerjaan apalagi terlalu mengharapkan pekerjaan dengan gaji tinggi sebaiknya dihindari. Masih bisa mendapatkan pekerjaan sudah bersyukur. Kapan mau dapat pekerjaan kalau terlalu pemilih dalam mencari pekerjaan?

 

5. Pengetahuan tentang jurusan dan perguruan tinggi sangatlah diperlukan

Gambar: malesbanget.com

 

 

Sudah yakin dengan jurusan dan perguruan tinggi pilihanmu? Pengetahuan akan jurusan dan perguruan tinggi yang dipilih sangatlah diperlukan oleh setiap calon mahasiswa baru. Sebelum memasukin dunia perkuliahan, kamu harus mengetahui serba-serbi mengenai jurusan dan perguruan tinggi tersebut. Pengetahuan tersebut dimulai dengan mencari tahu prospek kerja lulusan jurusan tersebut walaupun setelah lulus kuliah belum tentu bekerja sesuai dengan jurusan waktu kuliah, bagaimana sistem pembelajaran yang diberikan oleh kampus tersebut, kegiatan-kegiatan apa sajakah yang dilaksanakan oleh kampus tersebut, ada UKM apa saja kah, dll.

Cari skeolah / perguruan tinggi yang tepat di edumor.com!

 

6. Kemampuan nyata yang dibutuhkan dalam pekerjaan di masa depan

Gambar: blog.edukasyon.ph

 

 

Semua manusia memiliki masa depan yang berbeda. Termasuk kamu pasti punya masa depan bukan? Untuk meraih kesuksesan pekerjaan di masa depan yang sesuai dengan keinginanmu tentunya semasa kuliah nanti kamu harus merasakan yang namanya pengalaman pekerjaan. Mulailah mencari-cari pengalaman pekerjaan semasa kuliah nanti. Sebuah atau beberapa pengalaman kerja sangatlah dibutuhkan dan dijadikan nilai bonus ketika kamu terjun ke dunia pekerjaan yang sesungguhnya setelah lulus kuliah nanti. Ketika menjalani pengalaman berkerja, kemampuan nyata terhadap pekerjaan dan kesuksesan di masa depan sangatlah dibutuhkan. Kemampuan-kemampuan tersebut antara lain mampu bertanggung jawab secara keuangan, jangan membuang waktu agar waktumu menjadi lebih produktif, membuat content-content berbasis online, melihat dan mendengarkan ide-ide baru, mampu bekerja keras, mampu menjalin relasi dengan baik, siap menjadi pekerja 24 jam, memiliki keseimbangan profesional di kehidupan nyata, mampu berada di ujung tombak, dan punya sesuatu yang lebih.

 

 

Baca juga

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *