Meningkatkan Kemampuan Belajar Anak dengan Membentuk Rasa Tanggung Jawab pada Anak

Rasa tanggung jawab harus diterapkan sejak si anak masih usia dini. Kebiasaan memanjakan anak dapat menyebabkan anak tidak memiliki rasa untuk bertanggung jawab. Bertanggung jawab dapat meningkatkan kemampuan belajar serta meningkatkan rasa peka terhadap lingkungan sekitarnya. Pada saat dewasa nanti jika si anak sudah terbiasa menjadi orang yang bertanggung jawab, maka si anak bisa menjadi orang sukses. Peran pertama yang menerapkan prilaku bertanggung jawab adalah peran kita sebagai orangtuanya. Maka demi itu, penerapan bertanggung jawab penting untuk diterapkan untuk setiap anak. Ini cara yang tepat dalam menerapkan rasa tanggung jawab pada anak:

 

1. Jangan hanya memerintahkan tapi orangtua harus ikut membantu anak

Gambar: www.sunlight.co.id

 

 

Apa yang diperintahkan orangtua kepada anaknya belum tentu dilaksanakan oleh si anak karena si anak belum tentu bisa menjalankan hal-hal yang diperintahkan oleh orangtunya. Sebagai contoh; ketika anak anda sudah selesai makan, anda mengajarkan si anak  bertanggung jawab untuk mencuci peralatan makan yang telah selesai  digunakan. Pengajarannya bisa dilakukan dengan membantu si anak bagaimana cara mencuci peralatan makan yang benar itu. Dengan memberikan pengajaran dan bantuan, di lain waktu si anak akan terbiasa bertanggung jawab tanpa harus disuruh oleh orangtuanya.

 

2. Ajarkan untuk menebus segala kesalahan yang diperbuat oleh si anak serta ajarkan tentang berani mengambil resiko

Gambar: lifestyle.okezone.com

 

 

Berbuat kesalahan itu wajar. Tidak ada manusia yang tidak pernah melakukan sebuah kesalahan baik perkataan maupun perbuatan yang dilakukan secara segaja atau tidak sengaja, secara sadar atau tidak sadar. Berbuat suatu kesalahan ada hubungannya dengan pelanggaran norma kesopanan. Ajarkan pada si anak untuk selalu minta maaf kepada siapapun itu ketika si anak melakukan suatu kesalahan  termasuk kepada orangtuanya. Satu hal lagi yaitu anda harus mengajarkan tindakan harus berani mengambil resiko terhadap segala hal yang dilakukan oleh si anak. Tindakan berani mengambil resiko bisa diambil contoh ketika si anak sekolah. Saat si anak sudah siap untuk berangkat ke sekolah dan ternyata ada peralatan atau perlengkapan sekolahnya yang tertinggal ketika sudah berada di lingkungan sekolah, selalu terapkan bahwa si anak tidak boleh meminta orang rumah untuk mengantarkan barang bawaannya yang tertinggal. Banyak sekali orangtua yang kebiasaan mengantarkan barang bawaan si anak yang tertinggal. Sebaiknya dibiarkan saja!

 

3. Terapkan rasa tanggung jawab sebagai suatu kebiasaan

Gambar: pondokibu.com

 

 

Rasa tanggung jawab harus dimiliki dan diterapkan sebagai suatu kebiasaan sejak usia dini. Kebiasaan bertanggung jawab tidak hanya timbul di dalam diri si anak melainkan timbul karena cerminan dari orangtuanya. Tentunya, agar tanggung jawab bisa menjadi suatu kebiasaan yang dilakukan oleh si anak, pengajaran tanggung jawab bisa dengan memberikan teladan atau contoh kepada si anak karena kebiasaan yang dilakukan oleh si orangtua pasti dicontoh oleh si anak.

Baca juga: Kebiasaan Pola Tidur yang Tepat pada Anak yang Harus Anda Ketahui

 

4. Bantu anak untuk mengatur tugas sekolah

Gambar: www.anakvidoran.com

 

 

Anak tak hanya perlu bertanggung jawab terhadap pekerjaan di rumah tapi harus bertanggung jawab juga terhadap pekerjaan atau tugas sekolahnya. Agar si anak dapat bertanggung jawab terhadap tugas sekolahnya,  sehabis pulang sekolah cek buku pelajarannya apakah ada PR atau tidak, apakah ada ulangan atau tidak. Setelah itu buat peraturan bahwa sehabis pulang sekolah harus mengerjakan PR atau belajar dahulu sebelum melakukan kegiatan lainnya. Yang namanya anak-anak kalau disuruh ngerjain PR atau belajar suka males-malesan bukan?  Anda bisa memberikan sebuah ancaman tapi yang positif saja. Saat si anak menuruti keinginan anda, bantu si anak untuk mengerjakan PR dan membimbing si anak dalam belajar. Lama-kelamaan anak andapun akan paham betapa pentingnya mengerjakan suatu hal yang sangat diprioritaskan daripada hal lainnya.

Cari sekolah / perguruan tinggi di edumor.com!

 

5. Jangan selalu memanjakan dan selalu menjadi malaikat penyelamat ketika si anak mengalami kesulitan

Gambar: berani.id

 

 

Jadi orangtua jangan terlalu memanjakan anak. Terlalu memanjakan anak maka si anak akan menjadi anak yang tidak dapat hidup mandiri dan tidak bisa bertanggung jawab. Disaat si anak mengalami kesulitan apapun itu dan kesulitan tersebut masih bisa diselesaikan, biarkan saja si anak menyelesaikan permasalahannya. Sebagai makhluk sosial memang sih kita harus saling tolong menolong. Namun, berikan bantuan kepada si anak seperlunya saja. Jangan setiap si anak mengalami kesulitan, anda selalu menjadi malaikat penyelamat yang membantu kesulitan anak anda.

 

Baca juga

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *