Pengen Studi Ke Luar Negeri Tapi Kemampuan Bahasa Inggrismu Minim? Bisa Kok, Ini Caranya!

Berbagai pendapat dan pandangan yang menyatakan bahwa untuk studi ke luar negeri harus memiliki kemampuan bahasa inggris yang sesuai dengan skor TOEFL dan IELTS yang ditentukan. Lalu bagaimana kalau skor TOEFL dan IELTSnya rendah, gak bisa studi ke luar negeri dong? Siapa bilang kalau kemampuan bahasa inggrismu minim gak bisa studi ke luar negeri? Walaupun kemampuan bahas inggrismu minim, kamu tetap bisa studi ke luar negeri kok. Begini caranya!

 

1. Gali dan tingkatkan kemampuan lainnya

Gambar: blog.id.jobplanet.com

 

 

Tidak mempunyai kemampuan bahasa inggris harus miliki kemampuan dalam bidang lainnya. Untuk studi ke luar negeri kemampuan bidang tertentu sangatlah diperlukan, baik softskill maupun hardskill. Gali lebih dalam dan tingkatkan terus kemampuan yang kamu miliki. Cari-cari berbagai pengalaman untuk mengali dan meningkatkan kemampuan. Tidak hanya kemampuan saja yang pelu digali dan tingkatkan tapi ilmu pengetahu dan wawasan yang luas perlu diperdalam. Untuk mengali dan meningkatkan kemampuan serta wawasan kamu bisa menjelajah berbagai tempat untuk menemukan hal-hal baru yang sangat bermanfaat untuk kamu perdalami. Kamu bisa melakukan dengan sendirinya ataupun mengajak teman / saudara / tetangga / pacarmu untuk sama-sama menggali dan meningkatkan kemampuan serta mencari hal-hal baru untuk menambah wawasan.

 

2. Pilih jurusan yang tidak membutuhkan kemampuan bahasa inggris

Gambar: mandarin.sdcoe.net

 

 

Tidak semua jurusan di perguruan tinggi luar negeri membutuhkan kemampuan berbahasa inggris tapi ada jurusan lain yang bisa jadi aternatif kamu untuk memilih jurusan yang cocok dan tepat untukmu. Cari tahu jurusan-jurusan apa saja yang bisa kamu pilih. Contohnya adalah jurusan sastra selain bahasa inggris, jurusan eksakta, dll. Pokoknya selama proses mencari informasi-informasi studi baik jalur non beasiswa maupun jalur beasiswa cari jurusan yang tidak menggunakan kemampuan bahasa inggris.

 

3. Pilih negara tujuan yang bahasa utamanya bukan bahasa inggris

Gambar: www.indbeasiswa.com

 

 

Selain memilih jurusan kuliah yang tidak menggunakan kemampuan berbahasa inggris, kamu bisa memilih negara tujuan lainnya yang bahasa utamanya tidak menggunakan bahasa inggris. Negara-negara yang tidak menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa utamanya adalah Jepang, Korea, Hongkong, Jerman, Belanda,dll. Memilih negara tujuan yang bahasa utamanya bukan bahasa inggris tujuannya untuk mempermudah kamu dalam mempelajari pelajarannya dan berkomunikasi. Studi ke luar negeri dengan memilih negara yang bahasa utamanya bukan bahasa inggris tidak membutuhkan skor TOEFL dan IELTS yang sesuai dengan ketentuannya. Sementara negara tujuan yang bahasa utamanya adalah bahasa inggris membutuhkan skor TOEFL dan IELTS  yang harus dipenuhi. Bagimana dengan bahasanya? Soal bahasa kamu diberi waktu untuk mempelajari dan memperdalam bahasa yang digunakan.

Baca juga: Yang Mau Dapat Beasiswa Silahkan Baca Ini!

 

4. Tingkatkan IP setinggi mungkin karena IP tinggi adalah nilai bonusnya

Gambar: unycommunity.com

 

 

Gak perlu takut gak bisa bahasa inggris. Tinggal meningkatkan IP setinggi mungkin. IP yang tinggi bisa menjadi nilai bonus bagi kamu untuk keterima studi ke luar negeri. Ketika kamu memiliki IP yang tinggi, kemampuan bahasa inggrismu tidak terlalu diutamakan dan dipentingkan. Selagi ada waktu dan kamu belum lulus kuliah, gunakan waktu sebaiknya-baiknya dengan rajin belajar, jika ada nilai yang masih jelek dan harus mengulang janganlah lupa untuk mengikuti semester pendek karena semester pendek fungsinya untuk memperbaiki nilai yang jelek.

 

5. Buat essay yang menarik dan ceritakan dengan jujur kalau kemampuan bahasa inggrismu minim

Gambar: thesweetsetup.com

 

 

Untuk studi ke luar negeri baik jalur beasiswa dan jalur non beasiswa essay sama-sama dibutuhkan dan diperlukan sebagai syarat pengajuan studi ke luar negeri. Essay isinya adalah sebuah cerita yang kamu buat maksimal 500 kata. Temanya itu tergantung perguruan tinggi atau tergantung pihak pemberi beasiswanya. Selama membuat essay katakan dalam jujur di essay tersebut bahwa kemampuan bahasa inggrismu itu minim. Tulisan dalam essay harus dibuat semenarik mungkin agar pihak yang membacanya merasa tertarik dengan kamu dan mempunyai keyakinan untuk menerima kamu sebagai peserta didik yang akan menempuh pendidikan disana.

 

6. Harus bisa menyakinkan pihak wawancara saat  proses wawancara

Gambar: www.berkuliah.com

 

 

Tahap terakhir dalam proses penerima calon peserta didik yang akan menempuh pendidikan ke luar negeri adalah tahap wawancara. Akan ada banyak pertanyaan yang akan diajukan ke kamu. Kamu mempunyai keinginan untuk studi keluar negeri harus bisa menyakinkan pihak wawancara terhadap jawaban-jawaban yang kamu berikan. Berikan jawaban dengan cara bercerita. Bayangkan saja bahwa pihak pewawancaranya adalah orang yang ingin mendengarkan sebuah cerita dari kamu. Cara menjawab pertanyaan wawancara yang baik dan tepat untuk membuat pihak wawancara merasa nyakin kamu harus menjawabnya dengan jelas, jangan berbelit-belit, tegas, jangan ragu-ragu, dan jujur apa adanya. Kata-kata yang kamu berikan harus atas dasar rasa semangat yang tinggi. Tujukan bahwa kamu itu mempunyai semangat yang tinggi. Semangat yang tinggi bisa dilihat dari cara bicaramu, gaya bicaramu, dan keweibawaanmu saat proses wawancara berlangsung.

Cari sekolah / perguruan tinggi terbaik di sekitarmu hanya di edumor.com!

 

7. Cari tempat atau pihak yang bisa memberikan surat rekomendasi dengan tepat dan  kuat

Gambar: www.indbeasiswa.com

 

 

Surat rekomendasi merupakan salah satu berkas yang kamu butuhkan dan harus dipersiapkan untuk studi keluar negeri. Bagaimana kamu bisa mendapatkan surat rekomenasi yang tepat? Kamu bisa mencari tempat atau pihak yang benar-benar bisa memberikan surat rekomdasi dengan tepat dan kuat. Contohnya ini, lembaga konsultan pendidikan resmi untuk studi ke luar negeri dan pihak sekolah atau pihak kampusmu. Sebaiknya sih kalau kemampuan bahasa inggrismu itu minim, mendingan minta surat rekomendasinya dari pihak sekolah atau kampusmu karena mereka merupakan pihak yang mengerti betul berbagai kelemahanmu. Sementara, lembaga konsultan pendidikan resmi untuk studi ke luar negeri belum paham dan mengerti betul tentang kelemahanmu. Terserah kamu aja sih mau pilih yang mana. Kedua-duanya sama baiknya.

Nah, udah tahukan bagaimana caranya? Masih gak yakin dan pasrah nih untuk studi ke luar negeri? Jangan dong! Kalau kamu gak percaya coba aja tips yang sudah aku kasih tahu tadi. Selamat mencoba ya!

 

Baca juga

Share this!

2 thoughts on “Pengen Studi Ke Luar Negeri Tapi Kemampuan Bahasa Inggrismu Minim? Bisa Kok, Ini Caranya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *