Ini Penyebab Banyaknya Lulusan Sarjana yang Menjadi Pengangguran

Pekerjaan adalah sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi oleh setiap orang. Mencari dan mendapatkan pekerjaan itu susah loh. Makanya, ribuan lulusan sarjana di Indonesia masih banyak yang menganggur dan memutuskan untuk menjalankan sebuah bisnis atau menjadi seorang freelance. Tahukah kamu apa sebenarnya yang menyebabkan lulusan sarjana menjadi seorang pengangguran? Ini penyebabnya!

 

1. Tidak mau mengambil kesempatan yang ada ( terlalu pilih-pilih)

Gambar: dewisrikandi.com

 

 

Kesempatan datangnya hanya sekali loh. Selagi ada kesempatan buat kamu mendapatkan pekerjaan, ya kenapa tidak untuk mengambil kesempatan tersebut. Ketika ada kesempatan untuk mendapat pekerjaan, banyak lulusan sarjana yang tidak mau mengambil kesempatan tersebut hanya karena lokasi tempat kerjanya jauh, jenis pekerjaannya tidak sesuai jurusan waktu kuliah, dan tidak punya skill yang sesuai dengan pekerjaan tersebut sehingga menunda-nunda waktu sampai mendapatkan pekerjaan yang lokasi dekat, jenis pekerjaannya sesuai dengan jurusan waktu kuliah, dan pekerjaan tersebut sesuai dengan skill yang dimiliki. Kalau ditunda-tunda terus mau sampai kapan dapat pekerjaannya. Bekerja itu gak harus sesuai dengan jurusan kamu waktu kuliah kok. Yang dibutuhkan untuk bekerja adalah skill atau kemampuan yang kamu miliki. Jadi, kalau udah ada kesempatan kerja yang dateng ke kamu buat apa gak dimanfaatin. Janganlah terlalu milih-milih.

 

2. Gagal terus diterima kerja

Gambar: www.ruangpegawai.com

 

 

Gagal terus diterima kerja bisa menjadi salah satu faktor kenapa lulusan sarjana masih saja menganggur. Faktor penyebab kegagalan diterima kerja adalah CV yang kurang menarik dan tidak relevan dengan pekerjaan yang ditunjukan, gagal tes tertulis, gagal tes praktek, gagal tes wawancara, perilaku tidak disukai selama proses pengujian calon karyawan baru, dan masih ada calon yang lebih baik. Dalam kegagalan yang secara terus menerus inilah yang membuat kamu menyerah dan menjadikan kamu menjadi seorang pengangguran.

 

3. Terlalu mengharapkan pekerjaan dengan gaji yang besar

Gambar: www.qerja.com

 

 

Hey, baru lulus kuliah jadi sarjana mendingan jangan terlalu mengharapkan gaji yang besar deh. Perusahaan yang akan memasukan kamu ke dalam perusahaan untuk bekerja gak mungkin secara langsung memberikan kamu dengan gaji yang besar karena setiap perusahaan punya peraturan tentang besaran gaji yang harus diberikan kepada setiap karyawan yang barunya. Terlalu mengharapkan pekerjaan dengan gaji yang besar justru membuat kamu lama untuk mendapatkan pekerjaan. Saat kamu diterima perusahaan untuk bekerja dengan gaji yang kecil, lebih baik diterima aja. Semakin berganti tahun, gaji kamu akan naik dan lama-kelamaan akan menghasilkan gaji yang besar. Semua itu butuh prosesnya. Siapa tahu kalau udah rejekinya dari kamu yang cuman bekerja sebagai karyawan biasa secara tiba-tiba bisa naik jabatan dengan gaji yang lebih besar.

Baca juga: Ini Manfaat Kalau Kamu Mempunyai Kemampuan Berbahasa Asing!

 

4. Malas mencari pekerjaan

Gambar: www.youtube.com

 

 

Pekerjaan hanya bisa didapatkan oleh seseorang karena usaha yang dimiliki oleh orang tersebut. Ada usaha, ada hasil. Gak ada usaha, yah gak ada hasilnya. Mana bisa sih dapet pekerjaan kalau gak ada usahanya. Males itu merupakan sifat buruk dan faktor penyebab seseorang tidak mendapatkan pekerjaan alias pengangguran. Setidaknya berusaha gitu untuk mencari dan mendapatkan pekerjaan. Kamu bisa minta direkomendasikan oleh keluarga / saudara / teman / tetangga untuk masuk ke sebuah perusahaan untuk pekerjaan. Kamu juga bisa berusaha dengan mencari pekerjaan lewat situs pencarian lowongan kerja dan ikut event-event job fair di daerah kamu.

 

5. Lebih mengandalkan IPK dibandingkan skill

Gambar: id.linkedin.com

 

 

Hayooo, ada yang kayak gini gak waktu kuliah? Kebanyakan mahasiswa kayak gini nih pas kuliah. Mereka lebih mengandalkan dan mengutamakan IPK dibandingkan skill. Kebanyakan mahasiswa selalu berusaha keras untuk mendapatkan IPK yang bagus tanpa tahu sebenarnya mereka itu punya kualitas skill yang seperti apa. Dalam pencarian karyawan baru, semua perusahaan itu mencari karyawan dengan IPK yang bagus. Namun, kualitas skill yang lebih diutamakan oleh perusahaan. Kamu gak perlu terlalu mengandalkan IPK kok. Lebih baik punya IPK jelek tapi punya skill yang berkualitas daripada punya IPK yang bagus tapi skill yang kamu punya gak berkualitas.

Cari sekolah / perguruan tinggi di edumor.com!

 

6. Lapangan kerja yang sempit

Gambar: lifestyle.liputan6.com

 

 

Indonesia memang memiliki lapangan kerja yang sempit dibandingkan lapangan kerja di negara luar. Gak semua perusahaan membuka lowongan pekerjaan setiap bulannya / setiap tahunnya. Lowongan pekerjaan hanya dibutuhkan ketika perusahaan tersebut membutuhkan karyawan baru untuk bekerja di perusahaan tersebut dan jumlah karyawan baru yang dibutuhkan sangatlah terbatas. Tidak heranlah bahwa banyak lulusan sarjana yang masih menggur sampai sekarang ini.

Emang nih ya, cari kerja itu susahnya setengah mati. Mudah-mudahan kita semua jangan termasuk lulusan sarjana yang pengangguran deh.

Baca juga

Share this!

3 thoughts on “Ini Penyebab Banyaknya Lulusan Sarjana yang Menjadi Pengangguran

  1. “PROMO FT UMJ”

    Dapatkan voucher BEBAS BIAYA PENDAFTARAN khusus bagi pemegang kartu ujian SBMPTN 2017.

    Caranya : Tunjukkan kartu ujian SBMPTN 2017 kepada Tim Penerimaan Mahasiswa Baru FT UMJ.

    Jl. Cempaka Putih Tengah 27, Jakarta Pusat.

    untuk info lengkap kunjungi web :

    http://www.pmb.ftumj.ac.id

    telp. (021) 424 4016

    Whatsapp 0821 1116 0899

    mohon dishare ke grup & rekan2. jumlah voucher terbatas. terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *