7 Fakta Tentang RA.Kartini

Siapa yang tahu dengan RA.Kartini, sosok pahlawan wanita Indonesia yang sangat berpengaruh di Indonesia. Sosok wanita yang telah berjuang untuk meningkatkan status sosial dan derajad para wanita Indonesia. Tanpa jasa-jasa beliau para wanita Indonesia tidak akan bisa sampai seperti ini, bisa menempuh pendidikan yang setinggi-tingginya dan memiliki status sosial serta derajad yang sama dengan para laki-laki.  Mumpung hari ini bertepatan dengan hari Kartini, yuks kita bahas fakta-fakta RA.Kartini! Simak fakta-faktanya!

 

1.  Buku Habis Gelap Terbitlah Terang sebenarnya bukan ciptaan RA. Kartini

Gambar: olx.co.id

 

 

Waktu zaman sekolah dulu kamu tahunya bahwa buku yang berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang adalah sebuah buku yang diciptakan oleh RA. Kartini. Tetapi, pada kenyataannya buku tersebut bukan diciptakan oleh RA. Kartini. Orang dibalik terciptanya buku Habis Gelap Terbitlah Terang adalah seorang direktur yang bekerja di departemen pendidikan, agama, dan kerajinan Hindia Belanda yang bernama Mr. JH Abendanon. Isi buku tersebut berasal dari surat-surat yang dibuat oleh RA. Kartini untuk menginspirasi wanita-wanita Indonesia di dunia. Awalnya, judul buku tersebut menggunakan bahasa belanda karena surat RA. Kartini berbahasa belanda. Judul pertama dari buku tersebut adalah Door Duisternis Tot Licht. Kemudian, judul buku tersebut diganti ke dalam bahasa indonesia menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang. Namun, yang mengubah judul buku tersebut ke dalam bahasa indonesia bukanlah MR. JH Abendanon, melainkan Armijn Pane. Buku Habis Gelap Terbitlah Terang diciptakan beberapa hari setelah meninggalnya RA.Kartini. RA.Kartini meninggal pada tanggal 13 September 1904.

 

2. Lahir dari keluarga bangsawan

Gambar: www.brilio.net

 

 

Kartini atau yang biasa dipanggil Ibu Kartini ini lahir pada tanggal 1879 di Jepara, Jawa Tengah. Sosok kartini merupakan seorang perempuan yang lahir dari keluarga bangsawaan. Ayah RA.Kartini bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan ibu RA.Kartini bernama M.A Ngasirah.Ayah RA.Kartini adalah seorang Bupati Jepara. RA.Kartini hanya menempuh pendidikan sebatas sekolah dasar. Hal ini dikarena pada zaman tersebut sesuai budaya Jawa bahwa anak perempuan hanya boleh menempuh pendidikan sebatas sekolah dasar dan setelah itu harus dipingit sampai menikah. RA.Kartini memiliki 10 orang saudara kandung dan saudara tiri. Saudara tiri RA.Kartini berasal dari pernikahan kedua ayahnya.

 

3. Sosok perempuan pertama yang meloporkan kebangkitan wanita-wanita Indonesia

Gambar: en.wikipedia.org

 

 

Pada zaman RA.Kartini, para wanita pribumi memiliki status sosial dan derajad yang lebih rendah dibandingkan status sosial dan derajad para pria pribumi. Para wanita pribumi tidak bisa merasakan pendidikan setinggi-tingginya. Budaya jawa pada zaman itu dianggap RA.Kartini sebagai penghambat kemajuan para wanita karena dizaman itu para wanita tidak boleh bersekolah sampai jenjang tinggi, harus menikah dengan pria pilihan orangtuanya, harus bersedia di poligami oleh pria yang menikah dengan wanita tersebut,dll. RA.Kartini menceritakan kesedihannya tentang penderitaan para wanita kepada Estelle. RA.Kartin tetap bertekad untuk meningkatkan dan membangkitkan emansipasi wanita dengan mendirikan sebuah sekolah untuk para wanita di Jepara dan Rembang. Tidak hanya RA.Kartini yang mendirikan sekolah, tetapi wanita lainnya juga mendirikan sebuah sekolah yang diberi nama Sekolah Kartini. Karena perjuangan RA.Kartini para wanita sudah bisa merasakan persamaan status sosial dan derajad dengan para pria sampai sekarang ini. Maka dari itu, RA.Kartini disebut sebagai pahlawan wanita Indonesia.

Baca juga: 6 Pertimbangan dalam Memilih Tempat Bimbel yang Tepat untuk Anak Anda

 

4. Pernah meraih beasiswa dari Parlemen Belanda

Gambar: www.terwujud.com

 

 

RA.Kartini memiliki sebuah cita-cita dalam bidang pendidikan. Beliau mempunyai hobi menulis dan membaca berbagai surat kabar. Beliau pun mempunyai keinginan untuk menjadi tenaga pengajar betawi dan pada suatu hari beliau mendapatkan beasiswa dari parlemen Belanda. Namun, nasib berkata lain. Ayah RA.Kartini tidak menyetujui beliau menjadi seorang tenaga pengajar betawi. Pada akhirnya, RA.Kartini mau tidak mau harus menikahi Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat. Setelah menikah, barulah ayah RA.Kartini menyetujui beliau untuk menjadi tenaga pengajar betawi. RA.Kartini pun memutuskan untuk tidak menjadi tenaga pendidik betawi karena beliau telah menikah. Suami RA.Kartini mendukung keputusan dan keinginan beliau untuk membangkitkan emansipasi wanita.

 

5. Mendirikan bengkel ukir kayu di Jepara

Gambar: www.mebelkamal.com

 

 

RA.Kartini tidak hanya mendirikan sekolah untuk membangkitkan status sosial dan derajad para wanita pribumi, tetapi beliau juga mendirikan sebuah bengkel ukir kayu di tempat kelahirannya. Bengkel ukir kayu tersebut ditunjukan untuk para seniman ukir kayu di Jepara. Bengkel ukir kayu tersebut didirikan untuk meningkatkan kesejahteraan dan penghasilan para seniman ukir kayu di Jepara. Pada mulanya, RA.Kartini beserta adik-adiknya mengirimkan hasil karya para seniman ukir kayu tersebut. Hasilnya pun menjadi bahan perbincangan media massa dan akhirnya meningkatnya kesejahteraan dan penghasilan para seniman ukir kayu tersebut.

 

6. Hari kartini diresmikan oleh Presiden Soekarno

Gambar: smkn3-tng.sch.id

 

 

Berkat jasa-jasa dan perjuangan RA.Kartini terhadap wanita-wanita Indonesia, Presiden pertama Indonesia Ir.Soekarno memutuskan untuk meresmikan hari kartini pada tanggal 21 April sesuai dengan tanggal lahir RA.Kartini. Peresmian ini ada berdasarkan keputusan Presiden RI No.108, tanggal 2 Mei 1964. Setiap tanggal 21 April sekolah-sekolah TK-SMP merayakan hari kartini. Setiap siswa dan guru-guru penggunakan berbagai macam pakaian adat Indonesia. Tidak hanya itu. Adapun diselenggarakannya acara hari kartini seperti lomba fashion show, lomba membaca puisi, lomba bernyanyi, dll.

Cari sekolah / perguruan tinggi di edumor.com!

 

7. RA.Kartini wafat pada 17 September 1904

Gambar: www.biografipahlawan.com

 

 

RA.Kartini wafat pada usia yang masih terbilang sangat muda. Beliau meninggal tepatnya pada usia 25 tahun pada tanggal 17 September 1904. RA.Kartini meninggal 4 hari setelah melahirkan anak satu-satunya yang diberi nama oleh suami RA.Kartini yaitu Soesalit Djojoadhiningrat. Setelah meninggal, RA.Kartini dikuburkan di Desa Bulu, Rembang, Jawa Tengah.

 

Selamat Hari Kartini

 

Baca juga

Share this!

2 thoughts on “7 Fakta Tentang RA.Kartini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *